Jakarta — Musisi Pradikta Wicaksono alias Dikta mengungkap alasan dirinya tidak pernah lagi membawakan lagu-lagu Yovie & Nuno dalam penampilan solo sejak resmi meninggalkan grup musik tersebut.
Nama Dikta diketahui lekat dengan sejumlah lagu populer Yovie & Nuno yang hingga kini masih digemari pendengar musik Indonesia. Namun, penyanyi berusia 39 tahun itu menegaskan keputusannya bukan terkait persoalan hak cipta maupun royalti, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap rekan-rekan yang pernah berkarya bersamanya.
Pernyataan itu disampaikan Dikta saat menjadi bintang tamu dalam program siniar Podcast Warung Kopi (PWK) yang dipandu Gofar Hilman. “Emang nggak pernah, dari dulu juga nggak pernah. Kecuali gue sama Yovie & Nuno ya. Kalau manggung sendiri gue nggak pernah bawain Yovie & Nuno,” ujar Dikta.
Menurutnya, lagu-lagu Yovie & Nuno merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak orang dalam proses kreatif dan rekaman. Karena itu, ia menilai tidak tepat jika lagu-lagu tersebut dibawakan seorang diri dan menghasilkan keuntungan secara personal. “Itu bukan hak gue, menurut gue nggak fair karena ketika rekaman kan rekamannya rame-rame. Masak di panggung gue manggung sendiri, dapet duitnya sendiri kan nggak fair dong,” katanya.
Dikta juga menilai persoalan tersebut tidak semata-mata dapat diselesaikan dengan pembayaran royalti penampilan (performing rights) atau kompensasi tertentu. Bagi dia, etika dan penghargaan terhadap proses berkarya bersama tetap menjadi pertimbangan utama. “Mau gue bayar pun tetep nggak fair menurut gue, jadi kalau lo mau bawain lagu Yovie & Nuno ya lo undang Yovie & Nuno, jangan undang gue,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari penggemar. Sejumlah penggemar mengapresiasi sikap Dikta yang dinilai menjunjung etika bermusik serta menghargai kontribusi seluruh personel yang terlibat dalam perjalanan Yovie & Nuno.
Saat ini, Dikta tengah fokus menjalani karier sebagai solois. Setelah cukup lama vakum merilis karya baru, ia merilis EP berjudul Unapologetic pada 15 Mei 2026. EP berisi enam lagu itu menjadi rilisan perdana Dikta setelah hampir empat tahun sejak EP Sendiri pada 2022, sekaligus menandai babak baru perjalanan musiknya dengan warna yang lebih personal.