Film Bullet Train Explosion mengangkat kisah menegangkan yang berlangsung di dalam kereta peluru Shinkansen Hayabusa No. 60 dalam perjalanan menuju Tokyo. Situasi darurat bermula ketika pusat kontrol operasi umum Shinkansen menerima panggilan telepon yang mengubah perjalanan rutin menjadi ancaman mematikan.
Seorang penelepon misterius mengklaim telah menanam bom di dalam kereta. Ancaman itu disertai syarat yang membuat keadaan semakin genting: bom disebut akan meledak jika kecepatan kereta turun di bawah 100 km/jam.
Tak berhenti di situ, penelepon juga menuntut uang tebusan sebesar 100 miliar yen sebagai imbalan untuk membatalkan ancamannya. Tekanan pun meningkat, sementara kru kereta, penumpang, dan para pekerja kereta api berupaya menemukan bom serta mencegah ledakan yang berpotensi menewaskan ribuan orang.
Dengan waktu yang terus menipis, setiap detik menjadi penentu. Para karakter harus memecahkan teka-teki yang rumit dan menghadapi berbagai rintangan demi menyelamatkan seluruh penumpang dan mencegah tragedi.
Sepanjang cerita, film ini menampilkan rangkaian keputusan kritis yang harus diambil dalam waktu singkat, disertai dilema moral yang dihadapi para tokohnya. Ketegangan kian intens seiring kereta melaju mendekati tujuan, membangun pertarungan di menit-menit terakhir yang menguji kecerdikan, keberanian, dan ketahanan mereka.

