CEO Tesla Elon Musk pada 30 Oktober menyampaikan prediksi optimistis mengenai potensi adopsi sistem Autopilot Tesla. Menurut Musk, Autopilot berpeluang menjadi teknologi dengan pertumbuhan adopsi paling cepat dalam sejarah karena kemampuan pembaruan perangkat lunak (software) yang dapat diterapkan pada armada kendaraan yang sudah beredar.
Pernyataan tersebut disampaikan Musk menanggapi perbandingan yang dibagikan pengamat industri Sawyer Merritt, yang menyebut cakupan operasional layanan Robotaxi Tesla di Austin telah melampaui layanan Waymo (Google).
“Teknologi Autopilot Tesla mungkin diadopsi lebih cepat daripada teknologi lain dalam sejarah,” kata Musk. Ia menekankan bahwa “pondasi hardware sudah ada,” sehingga kemampuan Autopilot dapat diaktifkan melalui satu pembaruan software pada jutaan kendaraan yang sudah dimiliki pelanggan dalam waktu singkat.
Pernyataan Musk sekaligus menegaskan ambisi Tesla di sektor robotaxi, terutama di Austin dan wilayah San Francisco Bay Area. Namun, layanan Robotaxi Tesla di kedua wilayah tersebut masih memerlukan pengemudi keselamatan untuk memantau proses operasional.
Dalam perkembangan terbaru, Tesla disebut memperluas area layanan Robotaxi di Austin menjadi 629,4 kilometer persegi, hampir tiga kali lipat dibanding cakupan dua bulan sebelumnya. Ekspansi ini membuat area layanan Tesla jauh lebih besar daripada Waymo, yang cakupannya disebut masih sekitar 90 mil persegi.

