Siliwangi Monolog Event (SME) 2025 kembali menjadi sorotan di kalangan teater mahasiswa Indonesia. Ajang tingkat nasional yang digelar UKM Teater 28 Universitas Siliwangi ini memasuki edisi ke-8 dan sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-35 komunitas tersebut.
Proses seleksi SME 2025 dilakukan secara daring. Sejak awal Juli 2025, peserta dari berbagai daerah mendaftar dengan mengirimkan video pertunjukan monolog untuk kemudian dikurasi oleh tim juri.
Dari puluhan peserta, sejumlah finalis terpilih untuk tampil pada Grand Final yang berlangsung pada 25 Oktober 2025 di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya. Penilaian dilakukan oleh tiga tokoh teater nasional, yakni Bode Riswandi, Irwan Jamal, dan Asa Jatmiko, dengan aspek penilaian meliputi penghayatan, interpretasi naskah, serta kekuatan ekspresi tubuh dan vokal.
Hasil akhir kompetisi menobatkan Sinta Dewi Rahmawati dari Teater Lima Wajah Universitas Kebangsaan RI Bandung sebagai Juara 1. Juara 2 diraih Dewi Qurrota Ayun dari Teater Anggrek, Institut Sains dan Teknologi Insan Cendikia Husada, Bojonegoro. Sementara itu, Juara 3 jatuh kepada Nicea Christika Sumardiono Putri dari Teater Sendratasik, Universitas Negeri Surabaya.
Selain tiga besar, panitia juga memberikan penghargaan Juara Harapan. Rahma Diwia Sari dari Teater Peron Universitas Sebelas Maret Surakarta meraih Harapan 1, disusul Reni Yuliyanti dari Teater Awal UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai Harapan 2, dan Tisya Ananta Agyana dari Teater Semar Universitas Sali Al Aitaam Bandung sebagai Harapan 3.
Dalam kompetisi tahun ini, sebagian besar peserta memilih membawakan naskah berjudul “Feng Yin” karya Bode Riswandi. Naskah tersebut mengisahkan seorang anak keturunan Tionghoa yang menghadapi kekerasan dan diskriminasi pada tragedi Mei 1998, sekaligus menghadirkan ruang refleksi atas luka sejarah dan nilai kemanusiaan yang universal.

