BERITA TERKINI
Serial "Alien: Earth" Tayang 12 Agustus 2025, Bisa Ditonton Tanpa Mengikuti Film Sebelumnya

Serial "Alien: Earth" Tayang 12 Agustus 2025, Bisa Ditonton Tanpa Mengikuti Film Sebelumnya

Waralaba Alien kembali hadir lewat serial pertamanya berjudul Alien: Earth. Serial ini mulai tayang di Disney+ pada 12 Agustus 2025 dan mengangkat cerita tentang kehidupan di Bumi, termasuk perburuan xenomorph yang ingin dipelajari dan dijadikan senjata.

Alien: Earth mengambil latar tahun 2120, atau dua tahun sebelum peristiwa film Alien pertama yang berlatar 2122. Dalam kronologi waralaba, terdapat film yang terjadi lebih awal dari serial ini, yakni Prometheus (2089–2093) dan Alien: Covenant (2104).

Meski demikian, penonton baru tidak diwajibkan menonton film-film tersebut sebelum mengikuti Alien: Earth. Serial ini disebut dirancang agar dapat dipahami tanpa harus memiliki pengetahuan sebelumnya tentang waralaba Alien.

Namun, pengalaman menonton bisa terasa lebih kaya bagi penonton yang memiliki sedikit latar belakang cerita. Jika memiliki waktu, film Alien versi asli dapat membantu memahami asal-usul xenomorph. Sementara itu, Prometheus menawarkan informasi lebih mendalam soal asal-usul makhluk asing tersebut, meski tidak wajib ditonton—terutama karena kreator serial, Noah Hawley, menyatakan tidak mengambil inspirasi dari film itu.

Dengan demikian, Alien: Earth dapat berdiri sebagai cerita yang utuh tanpa harus mengikuti film-film sebelumnya. Serial ini terdiri dari delapan episode dan tayang di Disney+ setiap hari Selasa.

Sinopsis

Alien: Earth berlatar pada tahun 2120, ketika sebuah kapal penelitian ruang angkasa misterius bernama USCSS Maginot jatuh dan melakukan pendaratan darurat di Bumi. Dalam insiden tersebut, Wendy—prototipe hibrida pertama—menemukan sesuatu yang mengancam nasibnya.

Di dunia serial ini, Bumi berada di bawah kendali lima korporasi besar: Prodigy, Weyland-Yutani, Lynch, Dynamic, dan Threshold. Masa ini dikenal sebagai Era Korporasi, ketika cyborg dan sintetik hidup berdampingan dengan manusia.

Keseimbangan mulai berubah saat pendiri sekaligus CEO Prodigy Corporation menciptakan terobosan teknologi baru bernama hibrida, yakni robot humanoid dengan kesadaran manusia. Ketegangan meningkat setelah kapal Weyland-Yutani bertabrakan dengan Prodigy City, memaksa Wendy dan para hibrida lain menghadapi makhluk hidup misterius yang digambarkan jauh lebih menakutkan dari apa pun yang pernah dibayangkan manusia.