Kelompok Dagelan Putra Punduh menampilkan pertunjukan bertajuk “Guyub Rukun” di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini “Indonesia Indah” (TMII), Jakarta, Minggu, 21 September. Pementasan berdurasi sekitar 90 menit itu mengangkat potret kehidupan masyarakat kecil sehari-hari dengan pesan tentang pentingnya kebersamaan dan daya cipta untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi.
Cerita berpusat di sebuah sanggar seni yang tak jauh dari warung, tempat sejumlah warga berlatih rutin. Mereka menari, bernyanyi, hingga memainkan Pantun Tegal (wangsalan). Dalam situasi itu, Slamet berusaha menunjukkan kemampuan bernyanyinya kepada Kliwon, Paing, dan Sugeng yang sedang merayu Kasri. Namun, bukannya mendapat perhatian, Slamet justru dimarahi Darmi, istrinya, yang menilai kegiatan tersebut membuat suaminya enggan mencari pekerjaan.
Konflik memuncak ketika Darmi juga memarahi Janatun, anak mereka, yang meminta terus sekolah. Di tengah pertengkaran, datang ketua RT (erte) yang berupaya menengahi. Erte tidak hanya menasihati keluarga Slamet, tetapi juga mengingatkan warga lain yang kerap mengeluhkan kondisi sosial ekonomi. Dalam dialognya, erte menekankan bahwa menjadi warga yang baik tidak cukup dengan mengeluh, melainkan perlu menciptakan karya dan kreativitas yang dapat menumbuhkan sosial ekonomi masyarakat dengan latar budaya lokal.
Pementasan ini merupakan bagian dari Pentas Duta Seni Kabupaten Tegal tahun 2025 yang digelar di Anjungan Jawa Tengah. Agenda tahunan tersebut disebut sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melestarikan, mempromosikan, serta menyebarluaskan potensi seni budaya lokal Kabupaten Tegal.
Acara dihadiri sejumlah unsur, di antaranya Wakil Bupati Tegal, Ketua DPRD beserta para wakil, Asisten Sekda, Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Ketua Perkumpulan Perantau Jawa Tengah, Ketua Ikatan Keluarga Besar Tegal di perantauan beserta anggota, serta masyarakat umum pengunjung TMII.
Rangkaian kegiatan diawali pementasan pra-acara di Plaza Kori Agung Museum Indonesia TMII, dilanjutkan arak-arakan dari Sasono Suko Anjungan Jawa Tengah menuju Pendopo Agung bersama para tamu. Kemeriahan juga ditunjang stan pameran produk UMKM khas Tegal serta sajian makanan khas Tegal yang dibagikan gratis bagi pengunjung Anjungan Jawa Tengah.

