Sejarawan lulusan Universitas Negeri Jakarta sekaligus pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI), Asep Kambali, mengatakan perjuangan pahlawan Indonesia tidak selalu dilakukan dengan mengangkat senjata. Menurutnya, banyak tokoh pada masa lalu menunjukkan bakti kepada bangsa melalui beragam bidang, mulai dari diplomasi hingga seni dan sastra.
Asep berpesan agar generasi muda menekuni bidangnya masing-masing sebagai bentuk kontribusi bagi bangsa dan negara. Ia mencontohkan sejumlah tokoh yang berjuang lewat karya dan gagasan, seperti Ismail Marzuki yang dikenal melalui lagu, R.A. Kartini melalui surat-suratnya, Abdul Muis melalui karya sastra, serta M.H. Thamrin melalui pidato di dewan.
“Maka berjuanglah di bidang masing-masing. Kontribusikan untuk bangsa dan negara. Bikin produk atau karya-karya terbaik kalian, maka kalian akan dikenang,” kata Asep.
Ia menjelaskan, melanjutkan semangat juang para pahlawan pada masa kini dapat dilakukan dengan menyebarkan konten-konten positif di media sosial. Konten bertema sejarah, misalnya, dinilai dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme di masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya melawan lupa terhadap sejarah.
Selain mengambil nilai dari sejarah, Asep juga mengajak generasi muda untuk menciptakan sejarah baru melalui bidangnya masing-masing agar dapat dikenang oleh generasi mendatang. Menurutnya, menciptakan jejak baru yang berguna bagi masa depan merupakan hal yang penting.
Ia menyinggung contoh produk budaya yang telah dikenal luas, seperti rendang dari Minangkabau dan ayam betutu dari Bali, yang merupakan warisan budaya dari masa lampau. Dari situ, ia mendorong generasi saat ini untuk melahirkan karya dan budaya baru yang bermanfaat bagi masa depan. “Sejarah memang ditulis oleh mereka yang menang, tapi masa depan itu diciptakan oleh kita yang berjuang,” ujarnya.
Asep juga menekankan pentingnya peran anak muda sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa. Ia mengibaratkan generasi muda sebagai keping puzzle yang melengkapi gambar besar Indonesia. Karena itu, ia mengajak anak muda membangun komunitas-komunitas yang memberi kontribusi nyata bagi kemajuan negeri.

