BERITA TERKINI
Salsabila Khairun Nadiya Pimpin BSO Teater Gardu Puisi FIB UNAIR 2025, Siapkan Program Diskusi hingga Kelas Menulis

Salsabila Khairun Nadiya Pimpin BSO Teater Gardu Puisi FIB UNAIR 2025, Siapkan Program Diskusi hingga Kelas Menulis

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR) memfasilitasi pengembangan mahasiswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga melalui wadah nonakademik seperti Badan Semi Otonom (BSO) dan komunitas. Salah satu organisasi tersebut adalah BSO Teater Gardu Puisi (Gapus), yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendalami minat pada seni teater dan sastra.

Memasuki tahun 2025, BSO Gapus menetapkan pemimpin baru. Salsabila Khairun Nadiya, mahasiswi Bahasa dan Sastra Indonesia, resmi menjabat sebagai ketua BSO Gapus periode 2025. Nadiya menyampaikan visi untuk menjadikan Gapus sebagai ruang yang mendorong mahasiswa berekspresi dan berkembang di bidang teater dan sastra, termasuk melalui keikutsertaan dalam berbagai kegiatan terkait.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Nadiya menyiapkan sejumlah program kerja unggulan. Salah satunya adalah ruang diskusi seni dan sastra. Ia menjelaskan, kegiatan ini diarahkan untuk memberi kesempatan anggota bertukar ide, mengkritisi karya, serta mengeksplorasi berbagai perspektif guna memperkaya wawasan dan kualitas berkarya.

Selain diskusi, Nadiya juga merencanakan workshop teater sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa yang tertarik pada seni pertunjukan. Di bidang sastra, ia menginisiasi skriptorium atau kelas kepenulisan bagi mahasiswa yang ingin belajar menulis.

Nadiya mengakui pelaksanaan program-program tersebut tidak selalu mudah. Karena itu, ia menyiapkan strategi dengan perencanaan yang matang, penyusunan jadwal kegiatan yang terstruktur, serta penyesuaian materi berdasarkan kebutuhan peserta. Ia juga menyebut akan menjalin kolaborasi dengan alumni yang berpengalaman untuk dilibatkan sebagai mentor.

Di sisi lain, Nadiya menilai tantangan utama yang dihadapi adalah semakin meredupnya minat terhadap sastra dan teater di masyarakat luas seiring pergeseran preferensi hiburan. Menurutnya, Gapus perlu mencari cara agar teater dan sastra tetap relevan.

Ia menyampaikan bahwa Gapus akan berupaya menghadirkan karya yang berbobot, relevan, dan tetap menarik untuk dinikmati. Nadiya juga menekankan pentingnya konsep yang lebih segar, pendekatan kreatif, serta pemanfaatan media digital untuk menjangkau minat audiens yang lebih luas.

Menutup pernyataannya, Nadiya berharap dapat membangun sistematika organisasi yang lebih jelas dan rapi selama masa kepemimpinannya, terutama dalam aspek administrasi, koordinasi tugas, keuangan, dan dokumentasi. Ia menargetkan Gapus menjadi organisasi yang lebih terarah, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh anggota.

Dalam artikel tersebut, kepemimpinan baru BSO Gapus juga dikaitkan dengan peran terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat, yaitu Quality Education.