Dalam suasana peringatan Hari Ibu Internasional yang jatuh pada 8 Mei, banyak orang kembali menegaskan arti penting sosok ibu dalam kehidupan. Kehadiran ibu kerap dikaitkan dengan rasa aman, tenang, dan bahagia—dan sejumlah temuan ilmiah turut mendukung hal tersebut.
Kasih sayang ibu disebut berkontribusi besar terhadap kondisi emosional anak. Sosok pengasuh pun tidak selalu harus dipanggil “ibu”; peran serupa dapat hadir lewat figur lain seperti mama, bunda, bibi, atau nenek. Namun, kedekatan emosional dengan figur pengasuh ini dinilai dapat memengaruhi perasaan dan respons psikologis seseorang.
Suara ibu disebut dapat menurunkan stres
Sebuah studi yang dirilis pada 2010 menyebutkan bahwa beberapa menit berbicara melalui telepon dengan ibu dapat membantu mengurangi stres. Dalam temuan tersebut, mendengar suara ibu dikaitkan dengan pelepasan hormon oksitosin yang berhubungan dengan peningkatan perasaan bahagia. Efeknya bahkan disebut sebanding dengan menerima pelukan.
Berpengaruh pada perkembangan kemampuan kognitif
Laporan yang dikutip oleh Live Science menyatakan bahwa cinta kasih ibu dapat memengaruhi kemampuan otak dalam belajar, mengingat, serta merespons sesuatu. Temuan ini menempatkan peran ibu sebagai faktor penting dalam perkembangan intelektual anak.
Membantu menciptakan suasana gembira
Ibu juga kerap menjadi sosok yang mampu menghadirkan tawa, termasuk melalui hal sederhana seperti menunjukkan foto-foto lama. Tertawa sendiri diketahui membantu menciptakan rasa lega, terutama saat seseorang mengalami tekanan.
Kedekatan dengan ibu dikaitkan dengan hubungan romantis saat dewasa
Kualitas hubungan dengan ibu pada masa remaja disebut dapat memengaruhi relasi seseorang dengan orang lain ketika dewasa. Disebutkan, semakin dekat ikatan batin dengan ibu saat remaja, semakin kuat pula hubungan romantis yang dapat terjalin di masa dewasa.
Respons “jatuh cinta” pada otak ibu setelah melahirkan
Dalam analisis terhadap otak ibu yang baru pertama kali melahirkan, para peneliti menemukan respons yang dominan bukan sekadar pengenalan kemiripan, melainkan reaksi emosional yang digambarkan sebagai “perasaan jatuh cinta”.
Ibu kerap menjadi sahabat tempat bercerita
Selain sebagai pengasuh, ibu juga sering menjadi tempat berbagi cerita, termasuk keluhan pekerjaan atau curahan hati. Disebutkan pula bahwa penelitian menunjukkan menghabiskan waktu bersama sahabat dapat mengurangi stres—dan bagi banyak orang, ibu menempati posisi itu.
Berbagai temuan tersebut menegaskan bahwa peran ibu tidak hanya terasa dalam pengalaman sehari-hari, tetapi juga dapat dijelaskan melalui pendekatan ilmiah. Pada momen Hari Ibu, refleksi mengenai dukungan dan kehadiran ibu kembali menjadi pengingat untuk menyampaikan apresiasi kepada sosok yang mendampingi sejak awal kehidupan.
- Sumber rujukan: Huffingtonpost.com (sebagaimana tercantum dalam naskah asli)

