Jatuh cinta kerap membuat seseorang merasa lebih bahagia dan aman saat bersama pasangan. Perubahan emosi ini bukan semata-mata soal perasaan, tetapi juga dapat dijelaskan melalui proses biologis di dalam tubuh dan aktivitas otak.
Oxytocin dan rasa aman dalam hubungan
Salah satu faktor yang dikaitkan dengan rasa aman saat jatuh cinta adalah oxytocin. Menurut laporan Harvard Medical School, hormon ini dapat dilepaskan melalui kontak fisik seperti berpelukan. Oxytocin disebut dapat memperdalam rasa keterikatan pada pasangan serta memunculkan sensasi kepuasan, ketenangan, dan keamanan.
Selain itu, oxytocin juga dikaitkan dengan ikatan sosial, naluri, dan reproduksi. Sejumlah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature dan dilansir Business Insider menyebut oxytocin dapat meningkatkan ketertarikan sosial dan rasa percaya di antara pasangan.
Dopamine dan perasaan bahagia
Jatuh cinta juga berkaitan dengan meningkatnya rasa bahagia. Hal ini dikaitkan dengan pelepasan dopamine, neurotransmitter yang berperan pada pusat penghargaan dan kesenangan di otak.
Studi tahun 2005 yang dipublikasikan di The Journal of Comparative Neurology memindai 2.500 gambar otak dari 17 orang yang mengidentifikasi diri sedang jatuh cinta. Peneliti menemukan bahwa ketika partisipan melihat foto orang yang mereka cintai, muncul aktivitas di dua area otak yang sangat terkait dengan dopamine, yaitu caudate nucleus dan ventral tegmental.
Potensi mengurangi rasa sakit
Menariknya, jatuh cinta juga disebut dapat membantu mengurangi rasa sakit, meski para dokter umumnya tidak merekomendasikan hanya mengandalkan cinta sebagai penanganan.
Dalam studi tahun 2010 yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE, peneliti menggunakan fMRI untuk memindai peserta yang sedang berada dalam hubungan romantis. Hasilnya menunjukkan bahwa saat peserta melihat gambar pasangan, terjadi peningkatan aktivitas di beberapa area pemrosesan nyeri di otak, yang mengindikasikan cinta dapat memengaruhi persepsi rasa sakit.
“Saat orang berada dalam fase cinta yang penuh gairah, ada perubahan signifikan dalam suasana hati mereka yang memengaruhi pengalaman rasa sakit,” kata penulis senior penelitian tersebut, Dr. Sean Mackey.
Ringkasnya, apa yang terjadi saat jatuh cinta?
Oxytocin dikaitkan dengan rasa keterikatan, ketenangan, dan keamanan, terutama melalui kontak fisik.
Dopamine berkaitan dengan sistem penghargaan otak yang memunculkan perasaan senang dan bahagia.
Sejumlah temuan riset menunjukkan respons otak saat melihat pasangan dapat berkaitan dengan penurunan persepsi nyeri.

