Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei kerap diisi upacara bendera, pidato, dan berbagai slogan perubahan. Namun, pada Hardiknas 2026, muncul ajakan untuk melihat kondisi pendidikan nasional secara lebih jujur, termasuk menelaah indikator capaian dan persoalan yang dinilai terus berulang.
Wakil Ketua Umum Vox Populi Institute Indonesia, Indra Charismiadji, menilai pendidikan Indonesia masih menghadapi masalah mendasar yang tercermin dalam sejumlah ukuran internasional. Ia menyebut skor PISA Indonesia selama lebih dari dua dekade cenderung stagnan di peringkat bawah. Selain itu, ia mengutip angka learning poverty (kemiskinan belajar) yang disebut berada pada kisaran 53% hingga 70% anak. Sementara itu, skor Human Capital Index (HCI) yang disebut 0,54 dipandang menggambarkan hilangnya sekitar separuh potensi produktivitas generasi mendatang.
Menurut Indra, kondisi tersebut bukan semata persoalan sesaat, melainkan hasil dari tiga persoalan sistemik yang disebutnya sebagai “dosa besar” dalam kebijakan pendidikan. Salah satunya adalah reduksi pendidikan menjadi sekadar persekolahan. Ia menilai terdapat anggapan keliru bahwa pendidikan hanya terjadi di ruang kelas, sehingga pendidikan yang seharusnya menjadi proses memanusiakan manusia menyempit menjadi aktivitas persekolahan yang administratif.