Grup musik indie rock Reality Club menyiapkan karya yang berbeda dari kebiasaan mereka. Jika selama ini band tersebut kerap dikenal lewat lagu-lagu bertema cinta dan romansa, kali ini Reality Club menghadirkan lagu yang mengangkat isu lingkungan berjudul I Don’t Wanna Hate The World.
Single itu menjadi bagian dari album kompilasi Sonic/Panic Vol. 3, proyek kolaborasi yang mempertemukan 15 musisi lintas genre. Album tersebut digagas oleh forum IKLIM (Indonesian Climate Communications Arts & Music Lab) dengan tujuan mengangkat isu krisis iklim melalui musik.
Vokalis Reality Club, Fathia Izzati, mengatakan proses kreatif lagu ini berjalan berbeda. Ia dan personel lain mengikuti workshop khusus di Ubud, Bali, sebelum mulai menulis lagu. Dalam kegiatan itu, mereka mendalami materi terkait lingkungan terlebih dahulu, baru kemudian masuk ke proses kreatif.
Meski mengangkat isu krisis iklim, Fathia menegaskan lagu tersebut tidak akan disajikan dengan nuansa yang terlalu berat. Ia menyebut karya ini berangkat dari keresahan pribadi seluruh anggota band terhadap kondisi bumi dan masa depan lingkungan.
“Awalnya kami pikir lokakarya di Ubud ini bakal santai, ternyata materinya berat banget sampai bikin kami merasa dunia sebentar lagi hancur,” ungkap Fathia.
Lagu I Don’t Wanna Hate The World disebut lahir dari keinginan untuk tetap mencintai bumi di tengah kerusakan lingkungan yang semakin nyata. Fathia juga menilai energi penulisan lagu bertema iklim terasa berbeda dibanding lagu cinta yang biasa mereka garap.
“Saat menulis lagu tentang iklim, energinya juga berbeda, lebih emosional dan penuh amarah dibanding lagu cinta biasanya. Semoga kalian juga dapat merasakannya,” tambahnya.
Album kompilasi Sonic/Panic Vol. 3 dijadwalkan rilis penuh pada 1 November 2025 oleh Alarm Recors, bertepatan dengan festival musik Rock in Celebes di Makassar. Selain Reality Club, sejumlah musisi lain turut berkontribusi, antara lain Kunto Aji, Teddy Adhitya, The Brandals, Chicco Jerikho, Scaller, dan The Melting Minds.
Menjelang peluncuran penuh, album ini telah merilis beberapa single secara berkala. Dua lagu pertama dilepas pada 3 Oktober 2025, yakni Manusia Terakhir di Bumi dari Kunto Aji serta Kebangkitan dari duo punk Sukatani. Single lain dijadwalkan menyusul setiap pekan hingga album lengkap dirilis.

