JAKARTA — Musisi asal Inggris, Rachel Agatha Keen alias RAYE, meraih penghargaan Indie Spirit Award dalam ajang Billboard Indie Power Players yang digelar di The Cutting Room, Manhattan, New York, pada Selasa, 9 Juni waktu setempat.
Penghargaan tersebut menjadi penanda fase baru dalam karier RAYE, terutama setelah ia memilih meninggalkan label rekaman mayor dan menempuh jalur independen.
Saat menerima trofi, pelantun “Escapism” itu menyampaikan pidato emosional tentang perjalanan panjangnya di industri musik. Ia mengenang ambisi masa kecilnya yang sudah tumbuh sejak usia 10 tahun, ketika ia meyakinkan ayahnya bahwa ia ingin menjadi musisi profesional.
Namun, impian itu sempat berbenturan dengan kenyataan ketika ia menandatangani kontrak dengan Polydor Records. RAYE menyebut ia menghabiskan tujuh tahun di label tersebut dalam rasa frustrasi karena minimnya kebebasan artistik.
Dalam pidatonya, penyanyi berusia 28 tahun itu juga mengkritik eksekutif industri musik yang dinilainya kerap membatasi potensi dan kreativitas musisi demi kepentingan komersial. “Industri ini sama sekali tidak sederhana, dan perjalanan yang saya lalui pun sangat rumit. Di luar sana, ada orang-orang—terkadang mereka yang mengenakan setelan jas rapi—yang merasa paling tahu segalanya. Mereka berani menatap mata Anda dan menentukan batas kemampuan Anda, seraya berkata bahwa inilah akhir dari pencapaian yang bisa Anda raih,” kata RAYE. Ia menambahkan, “Saya hanya ingin menyemangati kita semua untuk mengabaikan kebohongan-kebohongan tersebut.”
Setelah bertahun-tahun karyanya tertahan, RAYE memutus kontrak dan bergerak secara mandiri. Ia kemudian bertemu J Erving, pendiri Human Re Sources, yang disebut menjadi satu-satunya pihak yang mempercayai materi album debut independennya, “My 21st Century Blues”, ketika label lain menilai aransemen musiknya terlalu aneh dan rumit untuk pasar komersial.
Langkah itu berbuah hasil ketika “Escapism” melejit di berbagai tangga lagu dunia dalam tiga minggu setelah dirilis. Pencapaian tersebut sekaligus menjawab keraguan yang sempat muncul bahwa karier musiknya akan meredup setelah keluar dari label mayor.
RAYE juga menyinggung respons yang ia terima saat merilis dua single pertamanya. “Saat kami merilis dua single pertama, semua orang berbisik dan menertawakan saya, mengira karier saya sudah habis. Namun ayah saya selalu menyemangati bahwa yang terpenting adalah seni, menciptakan karya seni yang baik, karena itulah satu-satunya hal yang berada di bawah kendali penuh kita sebagai pencipta,” ujarnya.
“Jika dahulu saya mendengarkan perkataan label-label itu, mungkin sekarang saya sudah mempercayai kebohongan mereka,” pungkas RAYE.