BERITA TERKINI
Serial Netflix Indonesia “Night Shift for Cuties” Angkat Persahabatan dan Dinamika Fandom K-Pop

Serial Netflix Indonesia “Night Shift for Cuties” Angkat Persahabatan dan Dinamika Fandom K-Pop

Fenomena fandom K-pop kembali diangkat menjadi cerita yang dekat dengan keseharian generasi muda melalui serial orisinal Netflix Indonesia Night Shift for Cuties. Serial ini mengikuti perjalanan dua sahabat yang berupaya mengejar mimpi di tengah keterbatasan ekonomi, tekanan hidup, serta dinamika persahabatan yang tidak selalu berjalan mulus.

Cerita berpusat pada Muti (Shenina Cinnamon) dan Jenar (Nadya Syarifa), dua sahabat yang bertemu saat bekerja di sebuah minimarket Korea. Kecintaan mereka pada girl group Purple Tea menjadi titik temu yang mempererat hubungan, sekaligus mendorong keduanya bertahan menghadapi berbagai tantangan.

Sutradara Monica Vanesa Tedja, yang akrab disapa Mica, menyebut serial ini lahir dari keinginannya mengangkat kisah persahabatan perempuan. Menurutnya, relasi semacam itu kerap tampak rumit di permukaan, namun menyimpan kepedulian yang mendalam.

“Kami mencoba menangkap cerita persahabatan perempuan yang bisa terlihat rumit dan seperti rollercoaster dengan pertengkaran dan cekcok, tapi di balik itu ada cinta dan rasa peduli,” ujar Mica dalam konferensi pers yang digelar Netflix beberapa waktu lalu.

Ketertarikan Mica pada dunia fandom juga berangkat dari pengalaman pribadi. Ia melihat perubahan positif pada seorang teman yang menggemari K-pop. Baginya, kecintaan terhadap idola kerap memunculkan semangat baru, rasa percaya diri, dan warna tersendiri dalam kehidupan seseorang.

Karakter Muti digambarkan sebagai anak muda yang berjuang di tengah tuntutan keluarga, sembari mencari kebahagiaannya sendiri. Bagi Muti, Purple Tea bukan sekadar idola, melainkan sumber semangat untuk bertahan ketika hidup terasa berat dan dukungan dari lingkungan sekitar tidak selalu hadir.

“Saya belum pernah memerankan fangirl yang habis-habisan seperti di sini. Dan di balik itu ada Muti yang sangat membanting tulang karena ia termasuk dalam sandwich generation,” ungkap Shenina.

Sementara itu, Nadya Syarifa mengaku menemukan banyak kesamaan antara dirinya dan Jenar. Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia musik, ia merasa mudah memahami perjalanan emosional Jenar, termasuk upayanya membangun rasa percaya diri melalui sosok yang ia kagumi.

“Karakter Jenar berumur 20 tahun dan saya melihat ada banyak sisi diri saya di Jenar, misalnya dihakimi orang lain maupun keluarga, segala perjuangan yang ia lakukan, hingga meminjam kepercayaan diri idolanya agar dia juga bisa percaya diri,” kata Nadya.

Lebih dari sekadar cerita tentang fandom, Night Shift for Cuties turut menyinggung isu yang dekat dengan kehidupan anak muda, mulai dari kepercayaan diri, hubungan keluarga, hingga tekanan saat memasuki fase dewasa. Dengan delapan episode yang memadukan humor, persahabatan, fandom, dan perjuangan hidup, serial ini menawarkan kisah yang ringan di permukaan, namun menyimpan lapisan emosi yang relevan bagi penonton muda.