Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Buol, Salman Dj Adjud, memimpin rapat rutin bulanan yang digelar di ruang dewan guru pada Kamis (29/4/2026). Rapat yang diikuti seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan itu berlangsung hingga petang, seiring banyaknya agenda yang dibahas secara mendalam.
Sejumlah poin strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari penetapan lokasi pembangunan gedung SBSBN, penentuan kelulusan siswa kelas XII, hingga evaluasi progres sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Rapat juga membahas pengelolaan administrasi kelas serta evaluasi penggunaan sistem barcode untuk mengontrol kehadiran guru saat proses pembelajaran berlangsung.
Dalam arahannya, Salman mengajak seluruh pemangku kepentingan di madrasah memperkuat sinergi guna membangun citra positif lembaga di mata masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemahaman tugas dan fungsi masing-masing sebagai kunci untuk mencapai hasil kerja yang optimal.
“Mari kita terus bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada siswa. Di dalam kelas, kita mengajar dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, sementara di luar kelas kita menjadi teladan yang baik bagi peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Rahmat Hidayat Edy, menjelaskan penerapan jurnal mengajar berbasis online melalui aplikasi khusus telah memasuki tahap wajib penggunaan setelah sebelumnya diuji coba selama kurang lebih dua pekan. Sistem tersebut terintegrasi dengan penggunaan barcode sebagai inovasi untuk meningkatkan kedisiplinan dan memantau kehadiran guru.
“Uji coba penggunaan aplikasi berbasis barcode ini telah berjalan beberapa pekan terakhir. Mulai Senin, 27 April 2026, seluruh guru diwajibkan menggunakannya. Meski demikian, pengisian jurnal manual tetap dilakukan sebagai dokumen pendukung bagi siswa dan wali kelas,” kata Rahmat.
Selain aspek akademik dan administrasi, rapat turut menyinggung rencana pelaksanaan ibadah kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, termasuk persiapan teknis dan pelibatan seluruh warga madrasah. Penertiban kembali pelaksanaan salat dhuha berjamaah setiap pagi juga menjadi perhatian bersama sebagai bagian dari penguatan karakter religius peserta didik.
Di sisi lain, kegiatan literasi keagamaan berupa membaca Al-Qur’an selama 10 hingga 15 menit sebelum pembelajaran dimulai disepakati untuk terus digalakkan di setiap kelas. Program ini diharapkan membentuk kebiasaan positif sekaligus meningkatkan nilai spiritual siswa dalam keseharian.
Melalui rapat rutin tersebut, MAN Buol menargetkan seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan terarah dan memberi dampak positif bagi kemajuan madrasah.