BERITA TERKINI
Puan Maharani Dorong Kemasan Organik untuk Dukung SDGs dan Kurangi Plastik Sekali Pakai

Puan Maharani Dorong Kemasan Organik untuk Dukung SDGs dan Kurangi Plastik Sekali Pakai

Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan bahwa penggunaan kemasan berbahan organik dapat mendukung agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam pengelolaan limbah untuk menjaga kelestarian bumi.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 16 April 2026, Puan menyebut kemasan organik yang memuat kearifan lokal juga dapat menjadi bagian dari inovasi ekonomi kreatif. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia, tetapi juga membantu mengampanyekan gerakan ramah lingkungan.

Puan meminta kementerian dan lembaga terkait menyiapkan sistem yang matang, regulasi, serta sosialisasi secara luas apabila penggunaan kemasan tradisional berbahan organik kembali dihidupkan. Ia menilai, jika ekosistemnya mendukung, bahan organik berpeluang menggantikan kemasan plastik sekali pakai.

Ia juga mendorong kolaborasi sejumlah kementerian, seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Ekonomi Kreatif, untuk mencari solusi kemasan alternatif pengganti plastik bagi pelaku usaha. Puan menyatakan pemerintah perlu memberikan dukungan dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap alternatif kemasan, khususnya untuk pelaku usaha dan konsumen. DPR, kata dia, akan ikut melakukan pengawasan sesuai tugas dan kewenangannya.

Sebagai contoh, Puan menyinggung penggunaan kemasan daun pisang atau daun jati yang masih ditemukan di sejumlah daerah. Di Jawa Tengah, misalnya, sejumlah penjual nasi liwet, gudeg, atau mi lethek masih menggunakan daun sebagai pembungkus. Menurutnya, penggunaan kemasan organik dapat membantu pelaku usaha menghindari tekanan ekonomi akibat tingginya biaya bahan baku dari impor, sekaligus berpotensi menambah nilai jual.

Di sisi lain, kenaikan harga plastik hingga 70 persen yang dikaitkan dengan konflik di Timur Tengah dinilai dapat menjadi momentum untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kondisi tersebut disebut berpotensi mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih ramah lingkungan.

Project Manager Zero Waste Cities ECOTON sekaligus penggiat zero waste, Tonis Afrianto, menyambut positif dampak kenaikan harga plastik dari sisi lingkungan. Dalam pernyataannya pada Rabu, 15 April 2026, ia menilai kenaikan harga dapat memicu pembatasan konsumsi plastik secara alami.

Tonis menilai selama ini plastik sekali pakai sangat mudah diakses karena harganya murah, sehingga masyarakat cenderung menggunakannya secara berlebihan. Ia juga menyoroti bahwa selama ini plastik dinilai murah dan tidak ada biaya cukai, sehingga konsumsi masyarakat berlangsung tanpa kontrol. Dengan kenaikan harga di tingkat global, ia berharap masyarakat mulai mempertimbangkan kembali penggunaan plastik dan membentuk perilaku baru yang lebih bijak dalam konsumsi.