PSSI bersama I.League menyiapkan sistem kompetisi musim 2026/27 yang ditargetkan terintegrasi dengan kalender sepak bola global serta agenda tim nasional Indonesia. Langkah ini disebut sebagai upaya menciptakan pengelolaan liga yang lebih sinkron dan profesional.
Pembahasan rencana tersebut mengemuka dalam Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang dipimpin Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Dalam forum itu, disepakati regulasi kompetisi musim depan akan ditetapkan lebih awal.
Penetapan regulasi lebih cepat dinilai penting agar klub, operator liga, dan para pemangku kepentingan memiliki waktu memadai untuk menyusun perencanaan, baik dari sisi teknis, finansial, maupun operasional.
Salah satu fokus utama dalam pembenahan ini adalah penyelarasan jadwal kompetisi domestik dengan agenda tim nasional. Selama ini, benturan jadwal kerap menjadi kendala yang berdampak pada performa pemain maupun kualitas pertandingan. Melalui sistem baru, PSSI dan I.League menargetkan kompetisi seperti Super League dan Championship dapat berjalan beriringan dengan agenda internasional tanpa saling mengganggu.
Selain penyesuaian kalender, PSSI dan I.League juga mematangkan rencana penyelenggaraan kejuaraan tambahan yang akan berjalan paralel dengan kompetisi liga.
Di sisi lain, Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyampaikan bahwa kualitas persaingan liga menunjukkan tren peningkatan. Dalam keterangan tertulis pada Rabu (15/4/2026), ia menyebut Super League telah memainkan 243 pertandingan yang memperlihatkan meningkatnya rivalitas dan kompetitivitas.
Menurut data sementara, distribusi hasil pertandingan dinilai semakin berimbang untuk kemenangan kandang, kemenangan tandang, maupun hasil imbang. Ferry Paulus juga menyebut peningkatan yang terjadi di Championship, salah satunya dipicu implementasi teknologi VAR.
Data sementara tingkat hasil pertandingan di Super League mencatat kemenangan kandang sebesar 44,86 persen, kemenangan tandang 30,45 persen, dan hasil imbang 24,69 persen.