Project Pop akan merayakan tiga dekade berkarya di industri musik Indonesia melalui konser spesial bertajuk Forever Young – Forever Fun. Konser ini disiapkan bukan hanya sebagai pertunjukan musik, tetapi juga sebagai pesta nostalgia lintas generasi.
Dipromotori Northstar Entertainment, konser dijadwalkan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Penyelenggara menyebut konsep acara dirancang untuk membawa penonton menelusuri perjalanan 30 tahun Project Pop melalui pengalaman visual, multimedia, koreografi massal, serta panggung interaktif dengan nuansa ceria yang menjadi ciri khas grup tersebut.
Selain membawakan lagu-lagu populer, konser ini juga akan menampilkan kolaborasi spesial, aransemen baru, dan sejumlah lagu yang disebut jarang dibawakan di atas panggung.
Perwakilan Northstar Entertainment, Chairi Ibrahim, mengatakan konser ini merupakan bentuk penghormatan atas kontribusi Project Pop terhadap industri musik dan budaya populer di Indonesia. Menurutnya, Project Pop tidak sekadar grup musik, melainkan bagian dari warisan budaya populer yang dinilai mampu mempertahankan relevansi selama 30 tahun.
Chairi menilai kekuatan Project Pop terletak pada karakter komedi cerdas yang dibalut aransemen musik multi-genre. “Melalui konser 'Forever Young - Forever Fun', Northstar Entertainment ingin menghadirkan the ultimate nostalgia party dengan standar produksi panggung berskala besar untuk merayakan legasi luar biasa ini,” ujar Chairi dalam keterangan pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Dalam perayaan ini, sejumlah kolaborator juga akan dihadirkan untuk merepresentasikan perjalanan Project Pop dari masa ke masa. Abang-abang P Project disebut akan tampil sebagai simbol akar komedi musikal yang membentuk identitas kreatif Project Pop sejak awal. Sementara New Pusat Dunia (NPD) disebut mewakili kedekatan Project Pop dengan generasi muda dan perkembangan budaya digital.
Selain itu, pedangdut Inul Daratista dipastikan ikut tampil. Kehadirannya disebut akan menegaskan karakter musikal Project Pop yang dikenal leluasa mengeksplorasi berbagai genre—mulai dari pop, hip hop, dance, reggae, rock hingga dangdut—tanpa meninggalkan humor dan kritik sosial dalam lirik.
Bagi Project Pop, konser ini disebut memiliki makna lebih dari sekadar penanda usia grup. Personel Project Pop menyampaikan bahwa konser tersebut menjadi ajang untuk kembali berkumpul bersama penggemar yang selama ini setia mengikuti perjalanan mereka.