Ridwan Saidi dikenal sebagai budayawan Betawi yang menaruh perhatian besar pada seni dan sastra. Selain aktivitasnya di bidang kebudayaan, ia juga tercatat pernah terlibat dalam sejumlah kegiatan internasional, antara lain White House Conference on Youth di Colorado, Amerika Serikat pada 1971, Australia-Indonesia Dialogue di Canberra, Australia pada 1981, serta ASEAN Parliament Conference di Singapura pada 1983.
Berbekal pengalaman berorganisasi semasa kuliah, Ridwan kemudian terjun ke dunia politik. Ia menjadi anggota DPR dari Fraksi PPP untuk periode 1977-1982 dan 1982-1987. Di parlemen, ia juga menjabat Wakil Ketua Komisi APBM pada 1977-1982 dan Wakil Ketua Komisi X pada 1982-1987.
Dalam perjalanan politiknya, Ridwan pernah menjabat Ketua Umum Partai Masyumi Baru pada 1995-2003. Ia juga sempat menduduki posisi sebagai Ketua Komite Waspada Komunisme.
Di luar aktivitas organisasi dan politik, Ridwan menekuni dunia kepenulisan. Sejak 1992, ia aktif menerbitkan sejumlah buku. Beberapa judul karyanya antara lain Golkar Pascapemilu, Anak Betawi Diburu Intel Yahudi, Profil Orang Betawi: Asal Muasal, Kebudayaan, dan Adat Istiadatnya, Status Piagam Jakarta: Tinjauan Hukum dan Sejarah, serta Fakta dan Data Yahudi di Indonesia.

