BERITA TERKINI
Prodi Sastra Indonesia UNS Gelar Pelatihan Seni Bahasa untuk Bekali Mahasiswa Masuk Dunia Kreatif

Prodi Sastra Indonesia UNS Gelar Pelatihan Seni Bahasa untuk Bekali Mahasiswa Masuk Dunia Kreatif

Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan pelatihan seni bahasa untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang industri kreatif. Kegiatan ini digelar secara daring dan luring pada Rabu (17/3/2021), serta diikuti mahasiswa angkatan 2018–2020.

Pelatihan menghadirkan penulis konten di platform digital, Iqbal Aji Daryono, sebagai pembicara. Kegiatan tersebut juga dihadiri Dekan FIB UNS Prof. Warto dan Kepala Prodi Sastra Indonesia Dr. Dwi Susanto.

Dalam sambutannya, Prof. Warto mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang digelar oleh Prodi Sastra Indonesia. Ia menekankan nilai ekonomis dari kemampuan berbahasa di era saat ini. “Kalau dulu orang tua kita mengajarkan bahwa daun bisa diubah menjadi uang, sekarang bukan hanya daun, tetapi kata-kata,” ujarnya.

Keunggulan Mahasiswa Sastra Indonesia di Dunia Penulisan

Dalam pemaparannya, Iqbal menyebut mahasiswa Sastra Indonesia memiliki beberapa keunggulan untuk terjun ke dunia tulis-menulis, mulai dari nalar berbahasa, cita rasa bahasa, hingga ketelitian dan kerapian.

Ia menilai peluang mengolah kata di era digital semakin besar. Menurutnya, meski medium berubah menjadi digital, tulisan dan gagasan tetap dibutuhkan. Ia juga menyoroti kebutuhan konten di berbagai media, termasuk kecenderungan sebagian media mengejar trafik dan kuantitas.

“Di zaman digital ini adalah zaman yang informatif, misal kejadian baru saja terjadi, lima menit kemudian biasanya sudah bermunculan berita-beritanya,” kata Iqbal.

Karakter Teknis Penulisan di Media Digital

Iqbal menjelaskan sejumlah karakter teknis penulisan di dunia digital agar mahasiswa memahami pola kerja media digital. Ia menekankan pentingnya gaya penulisan yang ringkas dan mudah dipahami.

  • Tulisan dibuat ringkas, lincah, dan dekat dengan bahasa lisan.
  • Panjang tulisan disarankan sekitar 500–700 kata, dengan kalimat atau paragraf pendek.
  • Struktur tulisan harus runtut, antara lain dengan memperbanyak kata hubung.
  • Tulisan tetap rapi dan bersih agar memudahkan kerja editor.
  • Judul perlu dibuat menarik untuk mengundang pembaca.

Ia juga menyinggung bahwa penulis tidak perlu terlalu ketat pada kaidah karena kaidah pun dapat dikritik, selama tulisan tetap jelas dan terstruktur.

Konten yang Diminati Pembaca dan Cara Mendapatkan Ide

Iqbal turut memaparkan karakter konten tulisan digital yang cenderung diminati masyarakat. Salah satunya adalah topik yang aktual atau sedang hangat dibicarakan. Selain itu, tulisan dinilai perlu menawarkan informasi alternatif, bukan sekadar informasi yang mudah diperoleh.

“Biasanya, tulisan harus mengambil perspektif berbeda sehingga melawan pandangan common sense public. Lalu dipenuhi data tetapi bukan review atau opini serta mewakili pendapat publik yang tidak bisa mengartikulasikan ide,” ujarnya.

Untuk mendapatkan ide menulis, ia menyarankan mahasiswa banyak membaca, bergaul dengan banyak orang, dan memperkaya perspektif. Sementara dalam memasarkan tulisan, ia menyebutkan dua cara, yakni melalui media sosial atau secara konvensional dengan mengirimkan tulisan ke redaksi.