Prime Video merilis serial thriller Ride or Die pada 15 Juli 2026. Dibintangi Hannah Waddingham dan Octavia Spencer, serial ini memadukan aksi, thriller, misteri, dan komedi dalam satu rangkaian cerita.
Ride or Die berfokus pada seorang pembunuh bayaran yang harus menjalankan misi berisiko tinggi sekaligus mempertahankan persahabatan yang selama ini dibangun di atas sebuah rahasia besar. Sejumlah plot utama menjadi penggerak cerita, mulai dari identitas ganda hingga kasus pembunuhan yang menyeret tokoh-tokohnya ke situasi semakin rumit.
Salah satu elemen kunci datang dari sosok Whiptail, pembunuh bayaran profesional yang telah bekerja lebih dari dua dekade. Di balik pekerjaannya, ia menjalani kehidupan lain sebagai Judith, seorang akuntan forensik. Identitas ini bahkan tidak diketahui oleh sahabat terdekatnya, Debbie, selama bertahun-tahun.
Konflik memuncak ketika Whiptail diminta menjalankan satu misi terakhir setelah atasannya mulai meragukan kemampuannya karena faktor usia. Targetnya adalah bos kriminal bernama Billy Donovan, yang harus dibunuh dalam sebuah acara gala amal. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan justru menyeret Whiptail ke dalam kekacauan yang lebih besar.
Gala amal itu kemudian berubah menjadi lokasi pembantaian. Salah satu korban tewas adalah David, suami Debbie, yang berprofesi sebagai politikus. Di tengah situasi tersebut, Whiptail menemukan petunjuk misterius yang mengarah pada dugaan bahwa dirinya sengaja dijadikan target. Sejak titik itu, ia berupaya mengungkap siapa dalang di balik rangkaian pembunuhan.
Di sisi lain, hubungan persahabatan Whiptail dan Debbie ikut terguncang ketika rahasia identitas Whiptail terbongkar. Debbie merasa terluka bukan semata karena sahabatnya adalah pembunuh bayaran, melainkan karena selama ini ia menyembunyikan kehidupan yang sangat berbeda dari yang selama ini ia kenal.
Selain menyajikan aksi dan misteri, serial ini menonjolkan humor yang muncul dari interaksi dua tokoh utamanya. Cerita juga mengangkat isu perempuan berusia 50-an yang kerap dipandang sebelah mata. Alih-alih menjadikan usia sebagai bahan lelucon, Ride or Die menampilkan karakter yang tetap digambarkan tangguh, cerdas, dan berbahaya.