Wisata kebugaran atau wellness tourism kini semakin gencar dikembangkan dan dinilai memiliki potensi besar untuk menarik minat investor. Tren ini disebut tidak lagi menyasar segmen terbatas, melainkan berkembang menjadi pengalaman premium dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Berdasarkan data Global Wellness Institute, nilai ekonomi global industri kebugaran pada 2023 mencapai 6,32 triliun dolar AS. Industri ini diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) 7,44 persen hingga 2029, sehingga ukuran pasar diperkirakan mendekati 10 triliun dolar AS.
Dalam data yang sama, Indonesia disebut berada di peringkat enam besar ekonomi kebugaran terbesar di Asia Pasifik, serta menempati peringkat ketiga untuk pertumbuhan tertinggi.
Seiring meningkatnya permintaan, wisatawan mancanegara disebut semakin bersedia membayar lebih mahal untuk pengalaman yang autentik, menyembuhkan, dan transformatif. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Di sisi pengembangan produk pendukung, PT Natura Nuswantara Nirmala (NNN) menjalin kerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) untuk mengembangkan riset dan inovasi produk berbasis herbal. Fokus kerja sama meliputi pengembangan bahan baku herbal, uji klinis, hingga formulasi produk kesehatan berbasis kearifan lokal. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat hilirisasi riset kampus agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin hasil penelitian tidak hanya berhenti di laboratorium, tapi juga bisa masuk ke industri dan pasar,” ujar Dekan FFUP Prof. Dr. apt. Syamsudin.
CEO PT Natura Nuswantara Nirmala, Dr. Edward Basilianus, menyatakan pihaknya melihat potensi besar dari riset herbal yang dilakukan FFUP. “Indonesia kaya dengan sumber daya alam. Tugas kita adalah mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi,” katanya.
Kerja sama tersebut disebut menjadi contoh sinergi antara dunia akademis dan industri dalam mendorong kemajuan sektor kesehatan di Indonesia.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri mengajak investor untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata kesehatan, yang menawarkan pengalaman terhubung dengan budaya setempat sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Inilah peluang bagi Indonesia untuk memperkenalkan dirinya dengan cara yang lebih visioner sebagai negeri yang tidak hanya indah untuk kunjungi, tetapi juga menyehatkan, menenangkan, dan menginspirasi. Kami mengundang Anda untuk berjalan, berinvestasi, dan tumbuh bersama kami, menuju masa depan yang sejahtera,” kata Widiyanti.

