BERITA TERKINI
Peneliti Ungkap Alasan Orang Bisa Merasa Senang atas Kemalangan Orang Lain

Peneliti Ungkap Alasan Orang Bisa Merasa Senang atas Kemalangan Orang Lain

Pernah merasa senang ketika melihat orang lain—terutama yang tidak disukai—mengalami kemalangan? Perasaan itu dikenal sebagai schadenfreude, yakni rasa bahagia yang muncul saat orang lain mengalami penderitaan.

Sejumlah peneliti mencoba menjelaskan mengapa emosi ini bisa muncul. Salah satu temuan menyebutkan bahwa schadenfreude dapat menjadi cara seseorang untuk merasa dirinya lebih baik.

Pandangan ilmuwan tentang schadenfreude

Dilansir dari Live Science, peneliti dari Leiden University, Belanda, Wilco W. van Dijk menjelaskan bahwa seseorang yang merasa bahagia melihat penderitaan orang lain bisa jadi menganggap orang tersebut memang layak mendapat kemalangan.

Dengan cara itu, orang yang mengalami schadenfreude dapat merasa lebih baik terhadap dirinya sendiri. “Jika seseorang menikmati kemalangan orang lain, ada sesuatu dalam kemalangan itu yang baik untuk orang tersebut,” kata van Dijk.

Studi pada mahasiswa

Dalam sebuah studi, van Dijk dan rekan-rekannya melibatkan 70 mahasiswa sarjana (40 perempuan dan 30 laki-laki). Para peserta diminta membaca dua wawancara tentang seorang mahasiswa berprestasi yang kemungkinan besar akan mendapatkan pekerjaan bagus.

Setelah itu, peserta membaca wawancara dengan supervisor yang mengungkapkan mahasiswa tersebut mengalami kemunduran besar dalam studinya. Berikutnya, peserta menilai tingkat persetujuan mereka terhadap lima pernyataan yang dirancang untuk mengukur schadenfreude.

Hasilnya, peserta yang memiliki harga diri rendah (dinilai pada awal studi) lebih mungkin merasa terancam oleh mahasiswa berprestasi tersebut dan lebih cenderung mengalami schadenfreude.

Namun, peneliti juga menemukan bahwa terlepas dari tingkat harga diri, mereka yang merasa lebih terancam oleh mahasiswa itu juga melaporkan schadenfreude yang lebih tinggi.

Schadenfreude sebagai penegasan diri

Para peneliti menilai kemungkinan bahwa schadenfreude dapat berfungsi sebagai penegasan diri bagi individu yang merasa “terancam”.

“Saya pikir ketika Anda rendah diri, Anda akan melakukan hampir semua hal untuk merasa lebih baik dan ketika dihadapkan dengan kemalangan orang lain, Anda akan merasa schadenfreude,” jelas van Dijk.

Ia menambahkan, ketika seseorang diberi dorongan yang dapat membantu menegaskan dirinya, tingkat schadenfreude yang muncul menjadi lebih rendah. Menurutnya, orang tersebut tidak lagi membutuhkan kemalangan orang lain untuk merasa lebih baik.

Apakah schadenfreude berarti seseorang jahat?

Van Dijk menilai hampir semua orang pernah mengalami schadenfreude pada titik tertentu dalam hidup. Namun, ia mengingatkan bahwa empati dan simpati merupakan hal yang baik.

“Kami tahu bahwa sangat baik untuk merasa empati dan simpati kepada orang lain, jadi jika Anda merasa schadenfreude tanpa simpati atau belas kasihan untuk orang lain, itu tidak baik,” kata van Dijk.