BERITA TERKINI
Peneliti UIN Ar-Raniry Kumpulkan Data Disertasi di Pelantikan Pengurus PERTI Aceh Jaya

Peneliti UIN Ar-Raniry Kumpulkan Data Disertasi di Pelantikan Pengurus PERTI Aceh Jaya

CALANG — Pelantikan pengurus Cabang Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Aceh Jaya masa bakti 2026–2030 yang digelar di Pendopo Bupati Aceh Jaya, Kamis, 30 April 2026, turut dihadiri Musiarifsyah Putra, peneliti sekaligus mahasiswa calon doktor Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Kehadiran Musiarifsyah dalam agenda tersebut terkait dengan kebutuhan akademiknya. Ia sedang melakukan pengumpulan data untuk disertasi yang mengkaji peran PERTI dalam peta pendidikan Islam di Aceh.

“Terima kasih kepada Ketua PERTI Aceh atas kesempatan untuk bisa bersama dalam agenda yang khidmat ini. Kehadiran saya di sini adalah bagian dari upaya menangkap langsung dinamika organisasi di lapangan,” ujar Musiarifsyah di sela acara.

Penelitian yang ia lakukan mengangkat tema “Peran PERTI dalam Pengembangan Pendidikan Islam dan Manhaj Ahlussunnah waljamaah di Aceh”. Ia berharap riset tersebut dapat memberi kontribusi ilmiah sekaligus menjadi dokumentasi mengenai peran PERTI dalam menjaga tradisi keilmuan Islam klasik di Aceh.

“Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat secara luas dan menjadi referensi penting bagi pengembangan pendidikan Islam ke depan,” tambahnya.

Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Pimpinan Daerah (PD) PERTI Aceh, Tgk Faisal Amin, yang melantik Tgk Aidarus sebagai ketua PERTI Aceh Jaya untuk empat tahun ke depan.

Dalam rangkaian acara, ulama sepuh Abati membacakan manaqib PERTI Aceh Jaya. Ia menuturkan kembali kiprah organisasi tersebut dalam membina generasi muda, termasuk keberadaan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) di Teunom yang disebut menjadi simbol kesinambungan pendidikan berbasis tradisi di bawah asuhan Tgk Aidarus.

“Ke depan, PERTI harus terus berkontribusi dalam bidang tarbiyah. Perbedaan tidak perlu dipertajam, tetapi diarahkan untuk kemaslahatan bersama,” pesan Abati.

Dalam orasinya, Tgk Faisal Amin menekankan pentingnya menjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah bermazhab Syafi’i. Ia mengutip Wahbah Az-Zuhaili dan menganalogikan bermazhab Syafi’i seperti berjalan di jalan tol yang memberi kejelasan dan kenyamanan dalam beribadah.

Faisal juga menyampaikan bahwa PERTI kini kembali pada khittah sebagai organisasi pendidikan, dakwah, dan amal sosial, meski memiliki jejak sejarah panjang dalam politik kebangsaan.

Sementara itu, Bupati Aceh Jaya Safwandi menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap kepengurusan baru. Ia berharap PERTI berperan sebagai motor perdamaian dan hadir sebagai penyejuk ketika muncul persoalan keagamaan.

“Pemerintah daerah mendukung penuh. Ketika muncul persoalan keagamaan, PERTI diharapkan hadir sebagai penyejuk dan penengah,” tegas Safwandi.