Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyiapkan galeri museum khusus di kawasan Sirkuit Mandalika sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan MotoGP 2025. Fasilitas ini ditujukan untuk memperkenalkan sejarah serta kekayaan budaya NTB kepada penonton ajang balap internasional tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfotik) NTB, Yusron Hadi, mengatakan persiapan penyelenggaraan telah dituntaskan, baik di area sirkuit maupun di luar kawasan. Ia menyebut kehadiran museum di dekat area parkir arena menjadi yang pertama kali di lokasi tersebut.
Selain menyiapkan museum, Pemprov NTB juga memastikan kesiapan akomodasi, transportasi, serta layanan shuttle untuk mendukung kelancaran MotoGP Mandalika 2025. Pemerintah daerah turut menyiapkan tenaga medis dan melibatkan warga lokal dalam penyelenggaraan, yang diawali dengan ritual adat berupa upacara betabik sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh masyarakat.
Sementara itu, PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyatakan protokol keselamatan dan kesehatan di area balap telah disiapkan secara ketat menjelang pelaksanaan MotoGP. Kesiapan tersebut ditandai dengan kedatangan dua helikopter medis dari Basarnas yang disiapkan sebagai sarana evakuasi darurat selama perhelatan berlangsung.
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menegaskan balapan tidak akan diizinkan dimulai apabila standar kesiapan medis tidak terpenuhi, termasuk ketersediaan dua helikopter yang siaga di lokasi serta jumlah ambulans dan personel medis sesuai ketentuan.

