Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mendorong geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendekatan hiburan musik. Upaya ini ditujukan untuk menarik lebih banyak pengunjung ke sentra UMKM sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi pelaku usaha.
Program tersebut pertama kali digelar pada Sabtu malam, 11 April 2026, di kawasan Swalayan UMKM, Jalan Yos Sudarso, Sampit. Sejumlah musisi lokal dihadirkan untuk tampil langsung di lokasi, menciptakan suasana lebih ramai terutama pada akhir pekan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kotim, Muslih, mengatakan konsep ini dirancang sebagai cara sederhana untuk mendatangkan pengunjung ke lokasi UMKM dengan memanfaatkan pertunjukan musik sebagai daya tarik.
Menurut Muslih, gagasan tersebut terinspirasi dari sejumlah daerah di Pulau Jawa yang dinilai berhasil mengembangkan UMKM melalui penyelenggaraan kegiatan rutin dan hiburan yang konsisten, sehingga dapat menciptakan keramaian dan meningkatkan transaksi.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan menjadi agenda rutin setiap malam Minggu. Pemerintah juga menyiapkan lokasi berikutnya di kawasan Ikon Jelawat Sampit dengan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM lokal.
Muslih menambahkan, apabila penyelenggaraan di Ikon Jelawat mendapat respons positif dari masyarakat, lokasi tersebut berpeluang dikembangkan sebagai pusat aktivitas UMKM secara berkelanjutan.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus menghadirkan alternatif hiburan bagi warga Sampit, melalui kolaborasi antara pelaku usaha dan sektor hiburan.