BERITA TERKINI
Pembangunan Tol Trans Sumatera Dipercepat, Ruas Sigli–Banda Aceh Ditargetkan Beroperasi Penuh Kuartal II 2026

Pembangunan Tol Trans Sumatera Dipercepat, Ruas Sigli–Banda Aceh Ditargetkan Beroperasi Penuh Kuartal II 2026

JAKARTA – Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus dipercepat sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. PT Hutama Karya menyebut kehadiran ruas-ruas tol yang sedang dikerjakan diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi logistik, serta memperluas manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani mengatakan keberlanjutan pembangunan JTTS memerlukan dukungan lintas pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Sumatra.

Salah satu ruas yang didorong penyelesaiannya adalah Jalan Tol Sigli–Banda Aceh sepanjang 74,2 kilometer. Hingga saat ini, progres pembebasan lahan tercatat mencapai 94,79%, sedangkan progres fisik konstruksi telah mencapai 97,91%.

Dari total enam seksi, Seksi 2 hingga Seksi 5 telah beroperasi. Sementara itu, Seksi 6 telah beroperasi pada jalur utama. Adapun Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 25 kilometer masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan beroperasi pada Kuartal II 2026.

Di tengah percepatan penyelesaian ruas tersebut, Hutama Karya juga menyatakan mendukung pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh. Dukungan itu antara lain dilakukan melalui pengoperasian fungsional Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sejak 7 Desember 2025 hingga saat ini.

Ruas fungsional tersebut dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, penanganan darurat, masa transisi, serta rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

Selain dukungan konektivitas, Hutama Karya juga berperan dalam percepatan pemulihan melalui pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah wilayah terdampak di Aceh, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Pidie Jaya. Upaya ini disebut sebagai bagian dari penyediaan hunian yang lebih layak bagi masyarakat terdampak bencana dan melengkapi kontribusi perusahaan pada masa transisi pascabencana.

Komitmen tersebut turut ditinjau melalui Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI yang diawali dengan peninjauan lapangan di Gerbang Tol Padang Tiji dan dilanjutkan pertemuan serta diskusi di Gerbang Tol Jantho. Kunjungan ini ditujukan untuk melihat langsung progres pembangunan Tol Sigli–Banda Aceh, termasuk pemanfaatan ruas fungsional Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum dalam mendukung pemulihan pascabencana di Aceh.

Melalui agenda tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain semakin kuat agar percepatan penyelesaian ruas tol serta dukungan pemulihan wilayah terdampak dapat berjalan optimal. Hutama Karya juga menilai infrastruktur jalan tol berperan penting bukan hanya dalam kondisi normal untuk menunjang konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam situasi kedaruratan untuk mempercepat mobilisasi bantuan, distribusi logistik, dan akses masyarakat.

Selain di Aceh, percepatan pembangunan JTTS juga tercermin melalui Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Provinsi Jambi pada masa persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026. Pada koridor ini, Hutama Karya menggarap Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,70 kilometer, sekaligus menyiapkan rencana pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat sebagai kelanjutan koridor strategis JTTS di wilayah tengah Sumatra.

Pada Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi, Segmen Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34,10 kilometer dan Segmen Tempino–Ness sepanjang 18,49 kilometer telah beroperasi dan masih melayani pengguna jalan tanpa tarif. Sementara pekerjaan konstruksi yang masih berjalan mencakup 118,14 kilometer, terdiri atas Seksi 1 Betung–Tungkal Jaya sepanjang 62,38 kilometer dan Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir sepanjang 55,76 kilometer.

Berdasarkan data progres lahan dan konstruksi, Seksi 1A mencatat pembebasan lahan 48,32% dan progres konstruksi 57,64%. Seksi 1B mencatat pembebasan lahan 41,14% dan progres konstruksi 13,39%. Seksi 2A mencatat pembebasan lahan 28,45% dan progres konstruksi 22,03%, sedangkan Seksi 2B mencatat pembebasan lahan 40,48% dan progres konstruksi 22,37%.

Untuk pengembangan lanjutan, Hutama Karya menyiapkan rencana pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat sepanjang 198,13 kilometer. Hamdani menyebut kunjungan Komisi VI DPR RI menjadi bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur strategis nasional sekaligus mendorong sinergi antar-BUMN, kementerian, dan pemerintah daerah agar penyelesaian proyek berjalan optimal.

Menurutnya, dukungan pemerintah dan DPR RI diharapkan mempercepat penyelesaian koridor Betung–Tempino–Jambi serta memperkuat kesiapan pengembangan hingga Jambi–Rengat. Hamdani menegaskan Hutama Karya akan menjaga komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang andal, terhubung, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi wilayah.