Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki hak untuk mengekspresikan budaya, adat istiadat, dan identitasnya tanpa dihalangi. Pernyataan itu disampaikan saat ia menjadi keynote speech dalam rangkaian Pekan Hak Asasi Manusia (HAM) Kota Bogor yang digelar di Kampung Agro Eduwisata Organik (AEWO).
Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya, di antaranya tarian tradisional, wayang golek, batik Bogor, serta alunan musik Sunda. Bima Arya mengatakan Pekan HAM ditargetkan memberi pemahaman bahwa kearifan lokal merupakan bagian dari hak asasi, sekaligus menjadi upaya membangun karakter bangsa ke depan.
Dalam acara bertema Merawat Kebudayaan Lokal, Ruwat Seni Budaya Sebagai Jati Diri Bangsa yang Mandiri dan Bermartabat, Bima Arya mengajak peserta menyebutkan satu kata yang identik dengan orang Sunda. Sejumlah kata yang muncul antara lain someah, bageur, guyub, sauyunan, sabilulungan, dan wanter. Menurutnya, kata-kata itu menggambarkan masyarakat Sunda yang periang, suka menolong, berbaik hati, ramah, dan pemberani.
Bima Arya juga memaparkan tahapan dalam memperkuat jati diri. Tahap pertama, ia menyebut pentingnya menjaga dan terus menyosialisasikan simbol-simbol kesundaan yang telah ada sejak lama, seperti kujang dan pakaian Sunda. Ia mencontohkan kebijakan penggunaan baju pangsi yang awalnya diterapkan pada aparatur sipil negara, kemudian diikuti pegawai swasta, kantor, hingga perbankan.
Tahap kedua, menurutnya, adalah penguatan kultur melalui panggung atau berbagai kegiatan yang dapat memfasilitasi simbol-simbol budaya dalam bentuk peristiwa atau agenda. Tahap terakhir yang menjadi catatan bersama, kata Bima Arya, ialah memperkuat kultur budaya dalam perilaku agar melekat sebagai jati diri dan membentuk budaya personal.
Ia menekankan pentingnya menyediakan ruang bagi identitas dan kebudayaan lokal. Menurutnya, kebudayaan lokal tidak hanya dimaknai dalam konteks kegiatan atau simbol, melainkan juga sebagai karakter dan jati diri. Ia menambahkan, karakter yang terbuka, berperspektif luas, serta saling menguatkan dalam keberagaman dapat dibangun dari unsur kearifan lokal.
Di lokasi yang sama, Camat Bogor Selatan Hidayatullah menyampaikan bahwa seni dan budaya merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai seni dan budaya, karena hal itu mencerminkan karakter daerah dan karakter bangsa.
Hidayatullah menjelaskan tema besar perayaan di Bogor Selatan merupakan upaya menaikkan derajat seni budaya untuk kemaslahatan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan itu turut dihadiri budayawan Yayat Hidayat, Ceceng Arifin, dan Atang Supriatna, serta Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Danubrata, Anggota DPRD Kota Bogor Sri Kusnaeni, dan pemilik Geulis Batik Bogor Sri Ratna Handayani.

