BERITA TERKINI
PB POSSI Bahas Agenda Kejuaraan Internasional dan Upaya Masukkan Selam ke SEA Games Malaysia

PB POSSI Bahas Agenda Kejuaraan Internasional dan Upaya Masukkan Selam ke SEA Games Malaysia

Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) menggelar pertemuan dengan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) untuk membahas sejumlah agenda strategis cabang olahraga selam ke depan.

Pertemuan dipimpin Sekretaris Jenderal PB POSSI Nur Kholis, didampingi sejumlah pengurus, di antaranya Geraldine Sahetapy dari Komisi Teknik Underwater Hockey, Livia Iriana dari Komisi Pelatihan, Wakil Bendahara Umum Yudha Bhayangkara, Lettu Eriek Lesmana, serta perwakilan Komisi Humas dan Media.

Rombongan PB POSSI diterima Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Wijaya Noeradi bersama Wakil Sekretaris Jenderal Cresida Mariska. Dalam pertemuan tersebut, PB POSSI memaparkan agenda internasional yang akan digelar dalam waktu dekat.

Nur Kholis menyebut dua agenda yang menjadi perhatian, yakni CMAS Asia Cup Underwater Hockey yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 serta CMAS World Championship Photo and Video pada Oktober 2026.

Selain agenda kejuaraan, kedua pihak juga membahas langkah strategis untuk mendorong cabang olahraga selam, khususnya finswimming dan underwater hockey, agar dapat dipertandingkan pada ajang multievent SEA Games mendatang di Malaysia. Sebelumnya, finswimming tidak masuk dalam cabang yang diperlombakan pada SEA Games di Thailand.

Wijaya Noeradi menyampaikan apresiasi atas upaya PB POSSI yang terus aktif mengembangkan olahraga selam, termasuk melalui penyelenggaraan kejuaraan internasional. Ia juga menegaskan komitmen NOC Indonesia untuk bersinergi dalam mendukung peningkatan prestasi atlet selam Indonesia di kancah global.

Sementara itu, Cresida Mariska mengungkapkan NOC Indonesia dalam waktu dekat akan mensosialisasikan program Safe Guarding bagi atlet selam Indonesia. Program tersebut ditujukan untuk memastikan perlindungan aspek fisik dan mental atlet di lingkungan olahraga, sekaligus mencegah berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan dan pelecehan, guna menciptakan ekosistem olahraga yang aman dan profesional.