Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menyiapkan rangkaian agenda strategis sepanjang 2026, mulai dari kompetisi nasional hingga keikutsertaan pada sejumlah ajang internasional. Rangkaian program ini menjadi bagian dari roadmap pembinaan dan kompetisi esports Indonesia, sekaligus ditujukan untuk memperkuat ekosistem esports nasional.
PB ESI juga mengarahkan agenda tersebut untuk mempersiapkan Tim Nasional (Timnas) Esports Indonesia menghadapi berbagai turnamen global, termasuk Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang.
Di awal tahun, kalender kompetisi dibuka dengan sejumlah agenda nasional. Salah satunya Piala Esports Nasional yang direncanakan berlangsung di Yogyakarta, dengan detail resmi masih menunggu pengumuman dari Garudaku. Untuk skena PC, Panda Cup Invitational cabang VALORANT dijadwalkan bergulir pada Mei 2026 dengan tujuan menjaring talenta komunitas dan memperkuat ekosistem esports berbasis PC di Indonesia.
Pada periode yang sama, Timnas Esports Indonesia dijadwalkan tampil di SEA Esports Nations Cup 2026 pada 7–9 Mei 2026. Indonesia akan turun di sejumlah nomor pertandingan, antara lain CrossFire Legends, PUBG Mobile, dan Teamfight Tactics. Sementara tim nasional putri Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) juga dijadwalkan mengikuti Cyberathlete Women’s Invitational 2026 di Singapura pada 31 Mei.
Memasuki pertengahan tahun, fokus PB ESI beralih ke jalur kualifikasi internasional. Indonesia akan mengikuti kualifikasi Asian Games 2026 pada Mei hingga Juni dengan mengirimkan atlet di beberapa nomor, yakni PUBG Mobile, Honor of Kings, Mobile Legends: Bang Bang, Identity V, dan Naraka: Bladepoint. Selain itu, kualifikasi Esports Nation Cup juga dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 sebagai bagian dari proses seleksi atlet.
Asian Games 2026 menjadi tantangan tersendiri karena Indonesia untuk pertama kalinya dalam beberapa edisi terakhir harus melalui jalur kualifikasi untuk cabang esports. Keterbatasan kuota disebut menjadi faktor utama, mengingat tuan rumah Jepang hanya menyediakan sekitar 15.000 slot atlet dan ofisial dari 45 negara dan cabang olahraga, sehingga alokasi untuk esports menjadi terbatas.
Dalam nomor PUBG Mobile, misalnya, hanya tersedia 12 slot. Empat slot telah ditempati Jepang sebagai tuan rumah, serta Taiwan, Korea Selatan, dan China sebagai peraih medali sebelumnya. Dengan demikian, Indonesia harus bersaing memperebutkan delapan slot tersisa dan minimal finis di posisi delapan besar untuk lolos ke babak utama.
Setelah fase kualifikasi, Timnas Esports Indonesia dijadwalkan menghadapi agenda internasional yang padat. Sejumlah turnamen besar yang masuk kalender antara lain SEA Esports Nations Cup 2026 (7–9 Mei 2026), Esports World Cup 2026 di Riyadh (6 Juli–23 Agustus 2026), Asian Games 2026 di Nagoya (19 September–4 Oktober 2026), Asian Esports Games di Vietnam, China-ASEAN Esports Competition di Tiongkok, Global Esports Games di Los Angeles, Amerika Serikat, serta Esports Nation Cup 2026 di Riyadh (2–29 November 2026).
Padatnya kalender kompetisi sepanjang 2026 dipandang menjadi momentum untuk mengukur perkembangan performa atlet sekaligus memperkuat posisi Indonesia di panggung esports internasional. Di sisi lain, agenda ini juga menuntut konsistensi performa atlet, strategi seleksi yang tepat, serta kesiapan menghadapi beragam format pertandingan.
PB ESI menempatkan rangkaian agenda 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong Indonesia terus berkembang sebagai salah satu kekuatan esports, baik di Asia Tenggara maupun di tingkat global.