Open casting film Foufo yang digelar Skak Studios dan Sinemart di Kaza Mall Surabaya mendapat sambutan besar dari masyarakat. Sekitar 2.500 peserta mendaftar untuk memperebutkan 18 karakter yang dibuka dalam proyek film tersebut.
Audisi ini terbuka bagi siapa saja, dengan perhatian khusus pada talenta lokal asal Madura yang belum pernah tampil di layar lebar, namun dinilai memiliki potensi akting serta semangat bercerita yang kuat.
Film Foufo mengusung drama keluarga berlatar budaya Madura, dibalut komedi dan sentuhan fiksi ilmiah. Disutradarai Bayu Skak, ceritanya mengikuti seorang pengepul rongsokan asal Madura yang bermimpi memperbesar usahanya melalui pinjaman bank. Rencana itu berubah ketika ia menemukan pesawat UFO yang terdampar di pinggiran kota, lengkap dengan alien di dalamnya yang masih hidup dan perlu diselamatkan.
Lokasi syuting film ini direncanakan berlangsung di kawasan Surabaya Utara, wilayah yang dikenal memiliki konsentrasi tinggi komunitas Madura. Rencana tersebut diharapkan dapat memperkuat nuansa lokal sekaligus mendekatkan cerita film dengan realitas sosial masyarakat setempat.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji yang akrab disapa Cak Ji, turut ambil bagian sebagai salah satu pemeran. Ia mengapresiasi gagasan film Foufo yang dinilainya sarat pesan sosial dan relevan dengan kehidupan masyarakat Surabaya.
“Film ini sangat menginspirasi karena mengangkat realita kehidupan keluarga di wilayah Surabaya. Saya berharap, lewat film ini, potensi Surabaya juga bisa lebih dikenal secara nasional — baik dari segi kuliner, tempat wisata, maupun karakter masyarakatnya,” ujar Cak Ji.
Foufo menjadi proyek kolaborasi dua rumah produksi. Skak Studios yang didirikan Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan dikenal melalui film Yowis Ben, Sekawan Limo, serta serial Lara Ati yang konsisten mengangkat dinamika masyarakat lokal dengan pendekatan jenaka dan relevan.
Sementara Sinemart, yang telah memproduksi lebih dari 280 serial TV dan 24 film layar lebar, membawa pengalaman panjang dalam meramu cerita yang menyentuh dan menghibur. Eksekutif produser David S. Suwarto menekankan pentingnya keberagaman serta eksplorasi narasi yang dekat dengan identitas bangsa.
“Kami ingin menghadirkan cerita lokal yang kuat, dengan semangat kolaboratif. Foufo adalah upaya untuk menunjukkan bahwa budaya kita bisa menjadi bahan baku cerita yang universal,” ungkapnya.
Film ini disebut tidak hanya menawarkan komedi keluarga, tetapi juga dirancang sebagai refleksi ringan tentang harapan, keterbatasan, dan nilai-nilai kekeluargaan dalam masyarakat urban pinggiran. Dengan pendekatan visual khas dan eksplorasi cerita yang tidak biasa, Foufo diharapkan menghadirkan hiburan yang jenaka sekaligus menyentuh.

