BERITA TERKINI
Nostalgia Ska 90-an: Deretan Album Band Mancanegara yang Pernah Resmi Beredar di Indonesia

Nostalgia Ska 90-an: Deretan Album Band Mancanegara yang Pernah Resmi Beredar di Indonesia

Pada pertengahan hingga penghujung dekade 1990-an, ska sempat menjadi salah satu genre yang paling menonjol di kalangan anak muda. Ledakan ska gelombang ketiga ikut terasa di Indonesia, memunculkan demam yang menyebar ke berbagai kota dan mendorong para penggemar—yang kerap disebut rude boy dan rude girl—berburu kaset-kaset ska yang beredar resmi di Tanah Air.

Namun, pilihan album yang tersedia saat itu tidak terlalu banyak. Selain nama-nama seperti Madness dan No Doubt yang relatif lebih mudah dijumpai, ada sejumlah rilisan lain yang juga sempat masuk pasar Indonesia. Berikut daftar album band ska mancanegara yang disebut pernah beredar di Indonesia, beserta catatan singkatnya.

Daftar album ska mancanegara yang pernah beredar di Indonesia

  • Voodoo Glow Skulls – Firme (1995)
    Dirilis Epitaph Records dan didistribusikan PT Indo Semar Sakti untuk pasar dalam negeri. Album berisi 16 lagu bertempo cepat dan sarat distorsi, namun tetap menyisakan kocokan gitar khas ska. Di kalangan skena ska lokal, “Land Of Misfit Toys” disebut sebagai lagu yang paling populer dari album ini.
  • Dance Hall Crashers – Lockjaw (1995)
    Disebut sebagai satu-satunya album Dance Hall Crashers yang beredar di Indonesia. Pada rilisan ini mereka tidak menggunakan alat tiup seperti di album pertama dan musiknya lebih condong ke ska punk. Dari 14 lagu, Tim Armstrong (Rancid) menyumbang lagu “Picture”, sementara Davey Havok (AFI) menjadi penyanyi latar di beberapa lagu. Album diproduseri Rob Cavallo, dan lagu “Enough” masuk dalam soundtrack film Angus (1995).
  • Sublime – Self Titled (1996)
    Klip “What I Got” disebut pernah diputar di program Bursa Musik Indonesia (BMI) yang dipandu Daddo Parus, sementara “Santeria” kerap diputar di radio. Album ini dirilis dua bulan setelah meninggalnya vokalis Bradley Nowell. Disebut pula bahwa Sublime memberi pengaruh bagi skena ska Indonesia, termasuk lewat lagu “Badfish” yang ada di kompilasi Music for Our Mother Ocean (1996).
  • Goldfinger – Self-Titled (1996)
    Album ini disebut sebagai satu-satunya rilisan Goldfinger yang tidak diproduseri John Feldmann. Mereka melibatkan musisi lain, antara lain trompeter Dan Regan dan Scott Klopfenstein (Reel Big Fish), saksofonis Efren Santana (Hepcat), serta kibordis Paul Hampton (The Skeletones). Terdapat sekitar 16 lagu, dengan “Here in Your Bedroom” sebagai single andalan.
  • Less Than Jake – Losing Streak (1996)
    Album kedua band asal Florida ini memuat 16 lagu dan menjadikan “Dopeman” sebagai single utama. Di Indonesia, “Dopeman” disebut cukup sering diputar di radio seperti Prambors dan Suara Kejayaan. Disebutkan, rilisan Less Than Jake yang beredar di dalam negeri hanya dua album: Losing Streak dan Hello Rockview (1998).
  • The Mighty Mighty Bosstones – Let’s Face It (1997)
    Album ini disebut sebagai album ketiga The Mighty Mighty Bosstones yang beredar di Indonesia, setelah Ska-Core, the Devil, and More (1993) dan Question the Answers (1994). Di antara ketiganya, Let’s Face It disebut paling berperan dalam menginjeksi tren ska di Indonesia melalui lagu-lagu seperti “The Impression That I Get”, “The Rascal King”, dan “Royal Oil”. Disebut pula bahwa album mereka yang beredar di Indonesia cukup banyak, termasuk Devil's Night Out dan Pay Attention (2000), dengan catatan Devil's Night Out baru rilis di sini setelah Let’s Face It meledak.
  • Save Ferris – It Means Everything (1997)
    Debut album band asal Orange County, California, berisi 11 lagu. Single utamanya adalah “Come on Eileen”, lagu daur ulang milik Dexys Midnight Runners. Disebutkan Save Ferris hanya merilis dua album dan keduanya beredar di Indonesia. Band ini juga disebut pernah dua kali tampil di Indonesia: di Jakarta pada 2000 dan di Bandung pada 2016.
  • Smash Mouth – Fush Yu Mang (1997)
    Disebut dirilis pada waktu ketika ska sedang booming, sehingga membantu mereka meraih popularitas. Album berisi 12 lagu dengan “Walkin' on the Sun”, “Why Can't We Be Friends?”, dan “The Fonz” sebagai single andalan. Pada album-album berikutnya, Smash Mouth disebut mulai meninggalkan karakter musik awal mereka.
  • Kemuri – Little Playmate (1997)
    Rilis di bawah Roadrunner Records dan berisi 14 lagu. Mike Park (Skankin’ Pickle) disebut berperan sebagai co-producer sekaligus pemain saxophone. Setelah Little Playmate, beberapa album Kemuri lainnya juga disebut beredar di Indonesia.
  • Inspecter 7 – Banished to Bogeyland (1999)
    Dirilis label independen Radical Records dengan total 13 lagu. Karakter musiknya disebut sejalur dengan band seperti The Valkyrians, The Skoidats, atau The Israelites. Mereka juga disebut terlibat dalam kompilasi Oi!/Skampilation Vol 1, 2, dan 3, yang kasetnya turut beredar di Indonesia.
  • The Agents – 401 (2000)
    Sama seperti Inspecter 7, The Agents disebut merupakan roster Radical Records dengan konsep musik yang tak jauh berbeda. Album memuat 11 lagu, termasuk aransemen ulang “Sally Brown” milik Laurel Aitken.
  • Reel Big Fish – Favorite Noise (2002)
    Disebut hadir di Indonesia saat pamor ska mulai meredup dan band-band seperti Blink 182, New Found Glory, serta Sum 41 sedang naik daun. Favorite Noise disebut sebagai album kompilasi yang memuat karya-karya terbaik dari rilisan sebelumnya. Disebutkan, album Reel Big Fish yang beredar di dalam negeri hanya dua: Favorite Noise dan Cheer Up!.

Daftar tersebut menggambarkan bagaimana gelombang ska global sempat berjejak di Indonesia melalui rilisan fisik yang beredar resmi. Meski jumlahnya terbatas, album-album itu menjadi bagian dari memori kolektif penggemar ska di Tanah Air pada era 1990-an hingga awal 2000-an.