Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dijadwalkan menggelar Rapat Anggota Tahunan pada 9 Mei 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta. Forum ini menjadi ruang pengambilan keputusan organisasi sekaligus refleksi atas capaian olahraga Indonesia sepanjang 2025.
Rapat Anggota tahun ini mengusung semangat “Indonesia Connected Globally”. Dalam rangkaian agenda, NOC Indonesia juga menghadirkan “Game Changer Award”, yakni penghargaan bagi insan olahraga yang dinilai memberi dampak nyata bagi kemajuan olahraga nasional.
Penghargaan tersebut akan diumumkan dalam sembilan kategori melalui seleksi panel juri independen. NOC Indonesia menyatakan mekanisme ini dimaksudkan untuk menjaga proses tetap objektif dan transparan. Richard Sam Bera dan Krisna Bayu termasuk dalam susunan dewan juri.
Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai Rapat Anggota menjadi momentum penting untuk penguatan organisasi sekaligus pemberian apresiasi bagi para pelaku olahraga. Menurutnya, ekosistem olahraga tidak hanya ditopang atlet, tetapi juga banyak pihak di balik layar seperti pelatih, ofisial, jurnalis, relawan, hingga pemimpin federasi.
“Olahraga Indonesia tidak hanya dibangun oleh para atlet di podium; ada ribuan orang di balik layar. Mulai pelatih, ofisial, jurnalis, relawan, dan pemimpin federasi yang dedikasinya tidak pernah terukur dengan medali,” ujar Okto.
Ia mengatakan kehadiran Game Changer Award ditujukan agar kontribusi mereka tidak terabaikan. “Okto menilai hadirnya Game Changer Awards adalah untuk memastikan perjuangan mereka tidak terlupakan. Ini adalah cara kami berterima kasih kepada seluruh ekosistem yang menghidupkan olahraga Olimpiade Indonesia,” kata Okto.
Selain agenda penghargaan, Rapat Anggota 2026 juga akan membahas penerimaan dua calon anggota baru NOC Indonesia, yakni Indonesia Cheerleader Association (ICA) dan Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI).
Forum tersebut turut mengagendakan pengesahan laporan kinerja 2025, termasuk evaluasi partisipasi Tim Indonesia pada berbagai ajang internasional. Rapat juga akan menetapkan restrukturisasi National Olympic Academy (NOA) untuk memperkuat pendidikan serta penyebaran nilai-nilai Olimpisme.
“Ini bukan sekadar formalitas, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan, memperkuat komitmen, dan menyatukan langkah menuju prestasi dunia. Dengan fondasi yang semakin kuat, kami optimistis Indonesia siap bersaing di level tertinggi,” ujar Okto.