Girl group no na mengaku sangat ingin menggelar konser tunggal berskala besar di Indonesia. Bagi mereka, Indonesia bahkan menjadi destinasi impian untuk konser setelah tampil di berbagai negara sejak debut.
"Kalau saya sangat ingin konser besar di Indonesia," kata Baila Fauri dalam wawancara bersama CNN beberapa waktu lalu. Ia menambahkan, "Kembali ke rumah." Esther Geraldine juga menyampaikan harapan serupa. "Kami tidak pernah melakukan itu sebelumnya," ujarnya. "Harus tuh."
Pernyataan itu disampaikan setelah no na tampil di festival Head in the Clouds (HITC) Tokyo pada 28 Maret. Mereka juga dijadwalkan tampil di HITC Los Angeles 2026 pada 8 Agustus.
Di Indonesia, no na sempat tampil dalam Grand Final M7 World Championship yang digelar di Tennis Indoor Senayan. Penampilan tersebut menjadi momen pertama mereka membawakan lagu Sizzle secara langsung.
Selain itu, no na juga pernah terlibat dalam 100 Musisi Charity Concert Heal Sumatra di Avenue of the Stars Kemang pada 16 Desember 2025. Penampilan tersebut berlangsung tidak lama setelah mereka debut.
Dalam wawancara yang sama, no na menyebut mereka berupaya memasukkan sebanyak mungkin unsur Indonesia dalam berbagai hal yang mereka lakukan, sekaligus memperkenalkannya kepada dunia. Upaya itu diwujudkan, antara lain, melalui penggunaan batik serta pemanfaatan alat musik tradisional dalam karya mereka, seperti ceng-ceng pada lagu Work dan gamelan pada lagu terbaru mereka, Rollerblade.
no na disebut sebagai girl group pertama yang seluruh anggotanya berasal dari Indonesia yang dibentuk dan dikembangkan oleh 88rising. Nama no na diambil dari bahasa Indonesia “nona”, sebutan bagi anak perempuan.
Grup ini debut pada 2 Mei 2025 dengan empat anggota, yakni Baila, Shaz, Christy, dan Esther, yang merepresentasikan keberagaman budaya dan daerah di Indonesia. Musik no na menggabungkan R&B dan pop dengan energi soulful bernuansa tari, menghadirkan kesan hangat tropis sekaligus kepercayaan diri perempuan modern. Mereka mencuri perhatian lewat single shoot, superstitious, dan sad face.
Pada 17 April, no na merilis Rollerblade, lagu yang digambarkan sebagai pop “jedag-jedug” berenergi tinggi, memadukan produksi modern dengan elemen gamelan tradisional.