BERITA TERKINI
Museum Pasifika di Nusa Dua: Galeri Seni Asia-Pasifik dengan Koleksi Multikultural dan Program Edukasi

Museum Pasifika di Nusa Dua: Galeri Seni Asia-Pasifik dengan Koleksi Multikultural dan Program Edukasi

Museum Pasifika menjadi salah satu destinasi seni di Bali yang menyimpan koleksi karya seniman dari kawasan Asia dan Pasifik. Selain menghadirkan pameran, museum ini juga menawarkan beragam aktivitas seni dan telah dikenal sebagai pusat kegiatan seni internasional, termasuk menjadi lokasi berbagai acara nasional maupun internasional.

Berdasarkan keterangan di laman resminya, Museum Pasifika dirintis pada 2004 dengan nama Asia Pacific Art Center. Pada 2006, namanya berubah menjadi Museum Pasifika dan kini dikelola oleh tim yang dipimpin Phillippe Augier, yang juga merupakan co-founder museum tersebut.

Pendirian museum ini disebut terinspirasi oleh dua hal. Pertama, karya seniman Meksiko Miguel Covarrubias yang menerbitkan buku Island of Bali pada 1937 dan kemudian menciptakan enam mural untuk pameran Pageant of the Pacific di San Francisco. Karya itu menjadi bagian dari studi etnografi tentang kawasan Pasifik. Inspirasi kedua datang dari profesor seni Adrian Vickers melalui kutipan “Bali, a Paradise Created” dalam tulisannya yang dimuat pada Asia and the Pacific Meet in Bali (1989).

Saat ini, Museum Pasifika menempati area 9.000 m² di atas lahan 12.500 m² di Kompleks Nusa Dua. Museum yang dirancang arsitek Bali Popo Danes ini memiliki 11 ruang pamer serta sebuah kafe.

Dari sisi koleksi, Museum Pasifika memamerkan 600 lukisan, patung, dan mahakarya bersejarah lain karya 200 seniman dari 25 negara. Koleksi tersebut mencakup karya dari Indonesia, Kepulauan Pasifik, Polinesia, Indochina, Eropa, dan wilayah sekitarnya, serta disebut telah dikurasi dengan standar tinggi.

Selain ruang pamer, museum ini juga menawarkan program edukasi seni yang ditujukan antara lain untuk kunjungan sekolah. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga mendapat pendampingan pemandu agar memahami makna karya. Pengelola turut menyediakan art studio untuk kegiatan praktik mengekspresikan imajinasi melalui karya.

Bagi wisatawan yang ingin mengikuti aktivitas rekreatif, Museum Pasifika menyediakan kelas seni yang dapat diikuti menjelang senja. Pilihannya meliputi kelas melukis, gamelan, tari Bali, membatik, ukir kayu, dan yoga. Peserta akan dibimbing seniman lokal, sementara peralatan disediakan pengelola. Namun, calon peserta diminta melakukan pemesanan setidaknya sehari sebelumnya agar perlengkapan dapat dipersiapkan.

Fasilitas lain yang tersedia adalah venue kegiatan indoor dan outdoor. Native Art Room menawarkan nuansa Indonesia dengan kapasitas 34 tempat duduk dan 45 tamu berdiri. Dutch Ballroom dikelilingi karya seni abad ke-19 dengan kapasitas 100 tempat duduk dan 150 tamu berdiri. Sementara Kobot Garden Venue merupakan area luar ruangan bernuansa Bali dengan kapasitas 300 tempat duduk dan 400 tamu berdiri.

Untuk kunjungan wisata, Museum Pasifika berlokasi di Complex Bali Tourism Development Corporation (BTDC), Area Block P, Nusa Dua, Bali. Museum ini buka setiap hari pukul 10.00–18.00.

Harga tiket masuk ditetapkan Rp90.000 untuk pengunjung WNA dan Rp65.000 untuk WNI. Tiket sudah termasuk minuman gratis (teh, kopi, atau infused water), fasilitas shuttle gratis di area ITDC, serta akses wifi. Pengunjung rombongan disarankan menghubungi pengelola terlebih dahulu untuk kebutuhan persiapan, termasuk permintaan pemandu wisata.

Museum Pasifika juga mengadakan berbagai event khusus yang dapat diikuti melalui pendaftaran di website resmi atau OTA. Salah satu yang tercantum adalah painting class pada Februari 2025 dengan harga Rp450.500, sementara harga kegiatan lain dapat berbeda sesuai jenis aktivitas.

Sejumlah aturan kunjungan diberlakukan untuk menjaga keamanan koleksi. Tas berukuran 13x17x6 inci atau lebih, tongkat, dan payung harus dititipkan, sementara barang berharga tetap dibawa karena menjadi tanggung jawab masing-masing. Pengunjung juga tidak diperkenankan menggunakan ransel, berlarian, atau membuat gaduh. Sketsa diperbolehkan dengan pensil setelah meminta izin. Foto di galeri koleksi diizinkan tanpa lampu kilat dan tanpa tripod, sedangkan perekaman video hanya diperbolehkan di lobi. Pengunjung diminta menjaga jarak aman dari seluruh koleksi.

Melalui koleksi dan aktivitas yang ditawarkan, Museum Pasifika menghadirkan pilihan wisata seni dan edukasi di Bali, melengkapi daya tarik pulau ini yang dikenal kuat dengan seni dan budayanya.