Muhammadiyah menegaskan komitmennya mencerdaskan akal budi melalui pendidikan, sekaligus membangun kesehatan jiwa dan fisik lewat olahraga. Selama ini, Muhammadiyah lebih dikenal publik sebagai organisasi pendidikan dengan ribuan lembaga dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Namun, dakwah Muhammadiyah juga dijalankan melalui kegiatan olahraga.
Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Gatot Sugiharto, menyampaikan bahwa olahraga—termasuk sepak bola yang populer di Indonesia—menjadi salah satu kanal dakwah yang dipilih Muhammadiyah. Ia juga menyebut kelahiran PSSI dibidani oleh para tokoh Muhammadiyah. Selain sepak bola, ia menyoroti cabang pencak silat yang banyak melahirkan atlet dari Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM), termasuk mahasiswa Muhammadiyah yang hingga kini masih berkiprah.
Dalam pengembangan olahraga pelajar, LPO PP Muhammadiyah berkolaborasi dengan Majelis Dikdasmen dan PNF. Dari kerja sama tersebut, disusun tiga panduan, yakni Sekolah Khusus Olahraga (SKO), Kelas Khusus Olahraga (KKO), serta Panduan Layanan Bakat Istimewa Atlet di Sekolah Muhammadiyah. Menurut Gatot, langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan olahraga telah digarap melalui jalur pendidikan, sementara olahraga masyarakat di berbagai wilayah juga berkembang sebagai media dakwah.
Gatot menegaskan, meski LPO baru dibentuk pasca Muktamar ke-48 pada 2022, jejak Muhammadiyah dalam berdakwah melalui olahraga telah berlangsung sejak lama dan terus berjalan hingga saat ini.
Salah satu agenda strategis yang tengah disiapkan adalah The 1st Muhammadiyah Games 2026. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 12–23 Mei 2026 di tiga kota, yakni Yogyakarta, Surakarta, dan Purwokerto. Gatot menyatakan, prestasi peserta dalam kegiatan tersebut akan dikurasi dan diakui oleh Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen RI.
Ketua Panitia The 1st Muhammadiyah Games 2026, Nur Subekti, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan sekaligus pencarian bakat atlet pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah. Ia menyebut tema besar yang diusung adalah “sportivitas berkemajuan, berprestasi untuk persyarikatan”, dengan penekanan bahwa sportivitas menjadi nilai utama dalam pelaksanaan kegiatan.
Sejumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan antara lain Pencak Silat (Tapak Suci), Panahan, Atletik, Bulu Tangkis, Bola Voli Indoor, dan Tenis Meja (PingpongMu). Kegiatan ini disebut mendapat dukungan dari PP Muhammadiyah, Kemendikdasmen RI, Kemenpora RI, serta sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah, yakni Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).