Tren konten buku di media sosial seperti ulasan dan rekomendasi bacaan belakangan semakin ramai. Format video yang lugas dan kreatif membuat konten bertema buku mudah menyebar dan menjadi perbincangan, seiring munculnya klaim bahwa kebiasaan membaca masyarakat Indonesia ikut meningkat.
Kepala Pusat Analisis Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Nurhadi Saputra membenarkan adanya kenaikan minat baca masyarakat. Menurutnya, hasil pengukuran menunjukkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) meningkat dari 66,77 poin pada 2023 menjadi 72,44 poin pada 2024.
“Ada kenaikan sebesar 5,67 poin,” kata Nurhadi saat dikonfirmasi pada Kamis (16/10/2025). Ia menyebut kenaikan tersebut melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 71,3 poin.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan indeks TGM meningkat di hampir seluruh wilayah Indonesia, meski nilainya berbeda-beda. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat sebagai wilayah dengan skor TGM tertinggi, yakni 79,99 poin. Sementara itu, Papua Pegunungan menjadi wilayah dengan skor terendah sebesar 38,83 poin.
Selain skor TGM, Perpusnas mencatat durasi membaca dan jumlah buku yang dibaca masyarakat juga mengalami peningkatan. Nurhadi mengatakan, tren kenaikan tersebut sebagian besar disumbang oleh generasi Z, yakni mereka yang lahir pada rentang 1997 hingga 2012.
Menurut Nurhadi, generasi Z memiliki perspektif membaca yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Jika generasi terdahulu cenderung menyukai buku fisik, generasi Z dinilai mulai lebih menggandrungi buku digital. Ia pun optimistis kegemaran membaca akan terus bertumbuh, sejalan dengan semakin berkembangnya komunitas literasi dan pecinta buku di berbagai daerah.
Berdasarkan data BPS, berikut 10 daerah dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi: DI Yogyakarta (79,99 poin), Kepulauan Bangka Belitung (77,47 poin), Jawa Timur (77,51 poin), Kalimantan Selatan (74,63 poin), Sulawesi Selatan (74,64 poin), Jawa Tengah (73,91 poin), Kepulauan Riau (73,69 poin), Sumatera Barat (73,30 poin), Kalimantan Utara (72,80 poin), dan DKI Jakarta (72,19 poin). Di sejumlah wilayah tersebut, rata-rata pembaca disebut membaca sekitar 5–10 buku.
Adapun provinsi dengan tingkat kegemaran membaca terendah antara lain Papua Pegunungan (38,8 poin), Papua (50,86 poin), Papua Tengah (52,06 poin), dan Papua Selatan (54,82 poin).

