BERITA TERKINI
Mengenal Proses Casting Calon Idol K-Pop Lewat DM Media Sosial

Mengenal Proses Casting Calon Idol K-Pop Lewat DM Media Sosial

Perkembangan media sosial turut mengubah cara perusahaan hiburan mencari calon idol K-Pop. Jika sebelumnya metode seperti street casting atau audisi terbuka lebih dikenal, dalam beberapa tahun terakhir media sosial juga dimanfaatkan oleh tim casting untuk menjaring kandidat trainee.

Sejumlah idol K-Pop diketahui memulai perjalanan mereka setelah dihubungi melalui direct message (DM) di media sosial. Lalu, bagaimana tim casting bisa menemukan calon idol hanya dari aktivitas daring? Berikut gambaran umum prosesnya.

Menelusuri kandidat lewat tagar tertentu

Salah satu cara yang digunakan staf casting adalah menelusuri unggahan dengan tagar tertentu. Gambaran singkat metode ini pernah dibahas dalam program Workdol yang dipandu Shuhua (G)I-DLE bersama Yoo Seon Ho.

Dalam penelusuran tersebut, staf casting dapat mencari remaja yang berminat menjadi idol melalui tagar seperti #아이돌지망생 yang berarti calon idol. Ada pula unggahan yang menyertakan tagar #신인개발팀 atau tim casting agar lebih mudah dilirik perusahaan.

Selain itu, tagar terkait usia juga digunakan. Perusahaan disebut memiliki batas usia tertentu dalam mencari calon trainee, mengingat masa pelatihan bisa berlangsung bertahun-tahun.

Aktif di media sosial tanpa tujuan khusus juga bisa dilirik

Penggunaan tagar bukan satu-satunya jalur. Tim casting juga dapat tertarik pada remaja yang aktif di media sosial meski tidak secara khusus menargetkan diri untuk menjadi idol.

Karina aespa, misalnya, pernah mengungkap staf casting yang menghubunginya lewat DM lebih dulu menanyakan minatnya menjadi idol. Karina sempat mengira pesan tersebut penipuan dan menolak beberapa kali, hingga staf tersebut mengirimkan foto kartu nama.

Kasus serupa juga dialami Youngjae TWS. Idol kelahiran 2005 itu mengaku tidak memakai tagar khusus untuk menarik perhatian tim casting dan hanya mengunggah foto keseharian bersama teman-temannya. Namun, unggahannya tetap menarik perhatian tim casting dari beberapa perusahaan.

Tawaran lewat DM tetap diikuti audisi

Meski mendapat tawaran melalui DM, calon idol tidak otomatis lolos menjadi trainee. Mereka tetap menjalani proses audisi seperti pada umumnya, termasuk penilaian kemampuan menyanyi, menari, dan potensi lainnya.

Yeonji tripleS, misalnya, pernah bercerita bahwa ia tetap mengikuti audisi setelah mendapat tawaran dari agensi MODHAUS lewat DM. Ia juga membagikan pengalamannya merasa kikuk saat diminta menyanyi dan menari karena baru pertama kali mengikuti audisi. Kisah ini menunjukkan proses seleksi tetap berjalan meski perekrutan diawali lewat pesan langsung.

Media sosial kini menjadi ruang baru bagi remaja yang ingin menunjukkan potensi mereka. Dengan adanya sejumlah idol yang direkrut melalui DM, metode ini diperkirakan akan terus digunakan sebagai salah satu jalur pencarian bakat.