BERITA TERKINI
Mengapa Orang Kerap Merasa Bahagia Saat Jatuh Cinta? Dari Mitos hingga Biokimia

Mengapa Orang Kerap Merasa Bahagia Saat Jatuh Cinta? Dari Mitos hingga Biokimia

Mitologi Yunani sejak lama menawarkan cara imajinatif untuk menggambarkan kuatnya dorongan cinta romantis. Salah satu kisah yang paling dikenal adalah tentang Aphrodite, Dewi Cinta dan Kecantikan, serta putranya, Cupid.

Dalam cerita tersebut, Cupid digambarkan terbang mencari dua manusia untuk dijadikan target. Sebelum memanah, ia konon mencelupkan anak panah ke ramuan cinta rahasia milik ibunya. Begitu panah itu mengenai sasaran, orang yang terkena digambarkan akan langsung jatuh cinta pada sosok yang ada di hadapannya.

Mitos semacam ini kemudian melahirkan beragam legenda cinta yang terkenal sepanjang masa, di antaranya kisah “Apollo dan Daphne”, “Helen of Troy”, “Antony dan Cleopatra”, serta “Romeo dan Juliet”.

Penjelasan modern: peran biokimia

Di masa kini, perasaan “terhantam romansa” tidak hanya dipahami melalui cerita-cerita mitologis. Carrol menyebut bahwa pengalaman jatuh cinta dapat dijelaskan sebagian melalui biokimia.

Gejala seperti jantung berdebar cepat, napas terasa terengah-engah, tubuh gemetar, hingga dorongan kuat untuk selalu bersama orang yang dikasihi, dikaitkan dengan meningkatnya bahan kimia dan hormon tertentu di otak serta darah. Salah satunya adalah PEA (phenylethylamine), amfetamin alami yang juga ditemukan dalam cokelat dan ganja.

Hormon yang memengaruhi rasa senang dan keterikatan

  • Endorfin, yang meningkatkan rasa nikmat sekaligus membantu mengurangi rasa sakit.

  • Oksitosin, hormon yang mendorong rasa terikat dan keinginan untuk memeluk orang terkasih.

Menurut Carrol, kombinasi reaksi kimia tersebut dapat membuat sistem tubuh berada dalam kondisi euforia dan memunculkan energi yang besar. Dampaknya, tidur dan makan bisa terasa kurang penting.

Carrol juga menilai bahwa jatuh cinta dapat mengubah cara pandang seseorang. Perspektif menjadi “miring”, sehingga seseorang cenderung hanya melihat sisi baik dan indah dari pasangannya, sementara hal-hal lain menjadi luput dari perhatian.