BERITA TERKINI
May Day 2026, Ketua SPN PT Nikomas Gemilang Tekankan 11 Agenda Perjuangan Buruh

May Day 2026, Ketua SPN PT Nikomas Gemilang Tekankan 11 Agenda Perjuangan Buruh

SERANG — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 kembali menjadi momentum bagi pekerja untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak normatif. Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT Nikomas Gemilang, Suprihat, menegaskan perjuangan buruh hingga kini belum selesai.

Dalam peringatan May Day tahun ini, SPN PT Nikomas Gemilang membawa 11 agenda yang dinilai krusial bagi peningkatan kesejahteraan pekerja. Agenda tersebut meliputi: pengesahan RUU ketenagakerjaan; reformasi pajak; penghapusan pajak untuk THR, JHT, dan pensiun serta kenaikan PTKP; penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK); penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah; ratifikasi Konvensi ILO 190; penurunan potongan tarif ojek online; revisi UU Nomor 2 Tahun 2004; penyelamatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta nikel; pengesahan RUU perampasan aset koruptor; pengangkatan PPPK menjadi ASN; serta moratorium pendirian pabrik baru di industri semen.

“May Day bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kami membawa 11 agenda sebagai bentuk komitmen untuk terus memperjuangkan hak pekerja,” ujar Suprihat, Jumat (1/5/2026).

Ia menilai tantangan dunia kerja semakin kompleks, mulai dari dinamika industri, efisiensi perusahaan, hingga perubahan regulasi ketenagakerjaan. Karena itu, ia mendorong serikat pekerja tetap solid serta mampu membangun komunikasi yang konstruktif dengan manajemen perusahaan.

Selain menyuarakan tuntutan, SPN juga mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan perusahaan. Menurut Suprihat, dialog yang terbuka dan kolaboratif menjadi kunci untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

Dalam kesempatan yang sama, SPN mengajak pekerja menjaga kondusivitas lingkungan kerja dan meningkatkan produktivitas. Langkah itu dinilai penting agar perusahaan tetap mampu bersaing di tengah persaingan global.

“Perjuangan belum selesai kawan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang bijak dan terarah. Kita ingin kesejahteraan meningkat tanpa mengorbankan keberlangsungan industri,” tegasnya.

Suprihat juga menyampaikan harapan agar Presiden memberikan jawaban atas janji yang disampaikan pada peringatan May Day tahun sebelumnya, termasuk terkait penghapusan outsourcing.