Jember, 2 Juli 2025 — Minat yang dipupuk sejak dini menjadi bekal bagi Fanny Amaliya Surya Tantular, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (UNEJ), yang menekuni dunia news casting dan meraih berbagai prestasi.
Sejak menempuh pendidikan di bangku SMP, Fanny mengaku sudah tertarik mengikuti perlombaan news casting atau news anchor dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Ketertarikan itu, menurutnya, turut dipicu oleh sosok pembawa acara ternama di Indonesia, Najwa Shihab, yang menjadi inspirasinya untuk mencoba berbagai kompetisi di bidang tersebut.
“Dari SMP sudah mulai tertarik dengan perlombaan news casting atau news anchor berbahasa inggris maupun berbahasa indonesia. Melihat pembawa acara di TV terutama Najwa Shihab selalu menjadi pacuan adrenalin saya untuk mengikuti berbagai lomba news casting,” ujar Fanny saat diwawancarai di Kampus Tegalboto, Rabu (02/07/2025).
Sejumlah capaian telah diraih Fanny sejak masa sekolah. Di antaranya Juara Harapan 1 Story Telling tingkat SMP (2020), Juara 2 Story Telling tingkat SMP se-Bali (2021), Juara 2 Story Telling National English Competition STIKUBANK University (2022), berpartisipasi dalam 19th EIU Photo Class with APCEIU UNESCO (2022), menjadi penulis artikel di SangSaeng Magazine No.59 (2022), serta meraih Gold Medal News Casting Competition STIKES Banyuwangi English Club (2023).
Memasuki masa perkuliahan, Fanny kembali menorehkan prestasi. Ia meraih Juara 1 News Casting Tingkat Nasional pada Protokol Fisip Workshop and Public Speaking Competition 2024, kemudian dinominasikan sebagai Best Delegates of MUN SCHOOL 2024 oleh Himahi dan Unej Mun School 2024, serta menjadi pemenang Audisi Podcast FISIP UNEJ 2025.
Prestasi terbarunya, Fanny meraih 3rd Winner News Casting Competition English Parade di University of Brawijaya 2025 pada Mei 2025. Ia juga tercatat sebagai Nominated as Honorable Mention in ITS JOINT MUN Simulation 2025.
Fanny menyampaikan bahwa hasil yang diraih tidak selalu sama di setiap kompetisi. “Merasa sangat bersyukur sejak masa SMA sampai sekarang diberi kesempatan untuk menjuarai semua lomba news casting yang pernah diikuti. Peringkat-peringkat yang didapatkan tidak merata karena terkadang mendapat juara 1 atau bahkan kemarin ini mendapat juara 3,” katanya.
Menurut Fanny, salah satu faktor yang membuatnya kerap mendapat penilaian positif adalah gaya pembawaan yang dinilai memiliki ciri khas. Ia menyebutkan, beberapa juri memberikan umpan balik mengenai tone suara serta ekspresi yang dianggap menonjol saat membawakan berita. “Berdasar dari feedback yg didapat oleh beberapa juri dari perlombaan sebelumnya, salah satu juri pernah berkata yang paling saya ingat yaitu, bahwa saya memiliki ciri khas tersendiri dalam membawakan berita dan memiliki tone suara dan ekspresi atau mimik wajah tersendiri,” jelasnya.
Di akhir, Fanny berpesan kepada mahasiswa, khususnya di Universitas Jember, agar tidak takut memulai dan konsisten menjalani proses. “Untuk teman-teman yang sedang berjuang disana jangan takut untuk memulai. Semua pencapaian besar selalu dimulai dari satu langkah kecil. Percaya proses, konsisten berusaha dan jangan cepat menyerah karena kerja keras yang kamu tanam hari ini, akan jadi hasil manis di masa depan. A journey of 10,000 steps begins with a single move and trust me, hard work always pays off in the end,” pungkasnya.

