BERITA TERKINI
Mahasiswa dan Pemuda Purwakarta Sampaikan Kritik Sosial Politik Lewat Seni dan Sastra

Mahasiswa dan Pemuda Purwakarta Sampaikan Kritik Sosial Politik Lewat Seni dan Sastra

Meski gelombang unjuk rasa telah mereda, mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Purwakarta masih terus menyuarakan kritik terhadap kondisi sosial politik di Indonesia. Kali ini, mereka memilih menyalurkan gagasan dan keresahan melalui karya sastra serta pertunjukan seni teatrikal di ruang publik.

Salah seorang koordinator massa, Rangga Maulana Iksan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan respons atas situasi yang sedang terjadi di bangsa dan negara. “Aksi ini adalah bentuk merespons ruang, merespons keadaan, merespons apa yang sedang terjadi pada bangsa dan negara kita. Semua yang datang boleh menyuarakan dan mengekspresikan sikap kepada keadaan hari ini melalui seni dan sastra,” ujarnya pada Jumat, 5 September 2025.

Menurut Rangga, kegiatan bertajuk Sorak Riuh Bumi Pertiwi itu digagas sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya Komunitas Pena dan Lensa (Kopel), Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata), Jabar Bergerak Zilenial (JBZ) Purwakarta, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polibisnis.

Acara yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut digelar pada Kamis sore, 4 September 2025, di beberapa lokasi. Rangkaian kegiatan diawali dengan renungan suci di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Purwakarta untuk mengenang perjuangan dan mendoakan para pahlawan.

“Kemudian, dilanjut dengan Mimbar Seni di Taman Pembaharuan dan penampilan dari berbagai pihak yang ikut serta dalam kegiatan tersebut,” kata Rangga yang juga Ketua Kopel.

Ia menilai kegiatan itu sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda di Purwakarta dapat menyampaikan aspirasi secara kondusif dan damai. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mendorong Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyediakan fasilitas penunjang kreativitas pemuda.

Rangga mengakui, para pemuda saat ini tidak memiliki ruang berkreasi sejak Gedung Creative Center (GCC) Purwakarta diambil alih Pemerintah Provinsi untuk dijadikan kantor gubernur. Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai tidak mampu mempertahankan fasilitas tersebut untuk warganya, serta berharap Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyediakan fasilitas serupa sebagai pengganti fungsi GCC milik Pemprov Jabar.

Sementara itu, penampilan para peserta menarik perhatian warga dan pengguna jalan di persimpangan Jalan Veteran dan Jalan Terusan Ibrahim Singadilaga. Beragam aksi, mulai dari pembacaan puisi, monolog, hingga penampilan vokal yang lantang dan ekspresif, turut membakar semangat penonton yang menyaksikan kegiatan tersebut.