BERITA TERKINI
Lomba Esai HUT Ke-43 Pupuk Kaltim Umumkan Pemenang, Muncul Usulan Museum Pupuk Kaltim

Lomba Esai HUT Ke-43 Pupuk Kaltim Umumkan Pemenang, Muncul Usulan Museum Pupuk Kaltim

Lomba Menulis Esai Populer dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 Pupuk Kaltim telah tuntas dan pengumuman pemenang dilakukan pada 5 Desember 2020. Lomba ini mengangkat tema peran Pupuk Kaltim dalam mendorong pariwisata dan budaya Kota Bontang, termasuk liputan tentang destinasi wisata menarik di Bontang.

Pemenang kategori siswa

Untuk kategori siswa, juara pertama diraih Milawati dari MTs Al-Ikhlas Bontang melalui esai berjudul Kepedulian Pupuk Kaltim dalam Mendorong Sektor Pariwisata Melalui Lomba Tourism Vlog Competition Visit Guntung.

  • Juara II: Andi Muh. Zulkifli (SMK Nusantara Mandiri Bontang), Bontang Kuala, Kampung di Atas Laut yang Eksotis
  • Juara III: Rani Tunggal Dewi (SMPN 3 Bontang), PT Pupuk Kaltim Perusahaan Kelas Dunia yang Menjadikan Malahing Kampung wisata pesisir yang indah

Selain itu, tujuh juara harapan kategori siswa diraih oleh:

  • Fidyah Adelia Fitri (SMAN 1 Bontang)
  • Shabina Aliifah Khan (SMP YPK)
  • Isnaniah Mawati (SMA YPK)
  • Hazizah Tausia Abdania (SMA YPK)
  • Eka Putri Jenitasari (SMK N1 Bontang)
  • Qolbiraini Azzahra Zulfahmi (SMA IT Yabis)
  • Asmin Syahrul Azis (SMA YPK)

Pemenang kategori umum

Untuk kategori umum, juara pertama diraih Atika Husnul Khotimah (Samarinda) melalui esai berjudul CSR PKT, Mangrove Telok Bangko dan Masa Depan Ekowisata di Kota Bontang.

  • Juara II: Sandy Bubun (Bontang), “Better Living in Malahing” Secercah Harapan dari PKT
  • Juara III: Meila Ikha Widyastuti (Bontang), Metamorfosis Malahing, Magnet Baru Parisawata Bontang

Tujuh juara harapan kategori umum diraih oleh:

  • Arif Supriyadi S STP (Bontang)
  • Anindita Budhi (Bontang)
  • Imam Setiyawan Husaeng (Bontang)
  • Siti Mutoharoh, S.Psi (Bontang)
  • Alfian Arbi (Samarinda)
  • Ayu Lestari (Bontang)
  • Zulkarnain (Sangatta)

Jumlah peserta dan proses penjurian

Dalam catatan penyelenggaraan lomba, disebutkan total terdapat 177 karya yang masuk. Rinciannya, 25 peserta siswa dari Bontang dan 152 peserta kategori umum dari Kalimantan Timur. Penjurian dilakukan oleh tim yang mewakili unsur wartawan, Kantor Bahasa, guru Bahasa Indonesia, dan karyawan Pupuk Kaltim, dengan waktu membaca karya selama 3–4 hari.

Destinasi yang banyak diangkat peserta

Beragam tulisan peserta menyoroti sejumlah program CSR Pupuk Kaltim dan lokasi wisata di Bontang. Beberapa tema yang muncul antara lain Malahing, KJA, Kampung Hijau Guntung, herbal, Mangrove Teluk Bangko Loktuan, hingga Kampung Aren Inbis. Dari keseluruhan tulisan, Malahing menjadi objek yang paling sering diangkat, disebut mencapai 22 tulisan. Selain itu, Bontang Kuala dan Erau Pelas Benua di Guntung juga banyak dibahas.

Usulan pembuatan Museum Pupuk Kaltim

Salah satu gagasan yang mencuat dari tulisan peserta adalah usulan pembentukan Museum Pupuk Kaltim. Dalam catatan tersebut, disebutkan bahwa sebagian orang di luar Bontang memandang kota ini identik dengan Pupuk Kaltim, sehingga muncul keinginan untuk mengetahui lebih detail tentang sejarah, produk, kegiatan perusahaan, pabrik, program CSR, marching band, hingga klub sepak bola.

Gagasan museum itu juga dikaitkan dengan cerita Ir. Nanang S. Soetadji, Direktur Teknik dan Operasi pertama di Pupuk Kaltim, yang disebut pernah menyimpan mesin ketik yang digunakan untuk menulis dokumen dan surat-surat awal perusahaan. Benda-benda bersejarah lain seperti peralatan produksi awal, seragam pertama, atau artefak penting lain dinilai dapat diabadikan. Jika museum fisik belum memungkinkan, opsi museum virtual juga disebut sebagai alternatif.

Catatan tersebut juga menyinggung contoh ruang pamer yang memuat sejarah marching band dan koleksi lainnya seperti di Rumah Sampoerna Surabaya, serta Rumah Batik Danarhadi di Solo. Disebutkan pula bahwa marching band Pupuk Kaltim memiliki prestasi 10 kali juara nasional dan telah diangkat dalam bentuk novel dan film, namun belum ada ruang pamer atau penyimpanan khusus. Selain itu, jejak klub sepak bola PS Pupuk Kaltim Galatama juga dinilai perlu didokumentasikan agar tidak hilang.

Catatan penutup menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang lomba esai dan peringatan HUT ke-43 Pupuk Kaltim. Tulisan tersebut ditandatangani Sunaryo Broto di Bontang, 6 Desember 2020.