BERITA TERKINI
Lima Film yang Menyoroti Sisi Kelam Industri Perfilman, dari Satir hingga Horor

Lima Film yang Menyoroti Sisi Kelam Industri Perfilman, dari Satir hingga Horor

Industri film kerap dipandang sebagai dunia yang gemerlap, tetapi sejumlah karya justru memilih menyoroti bagian-bagian kelam di balik layar. Mulai dari eksploitasi, obsesi, hingga batas tipis antara fiksi dan realitas, lima film berikut menghadirkan gambaran tentang sisi gelap perfilman melalui pendekatan yang beragam—komedi satir, biopik, thriller, sampai horor.

1. Why Don't You Play in Hell (2013)
Film asal Jepang ini mengikuti sekelompok kreator film amatir yang disewa ketua geng Yakuza untuk memproduksi film demi mewujudkan mimpi anaknya menjadi bintang. Situasi kian rumit karena geng tersebut tengah berseteru dengan kelompok Yakuza lain.
Disutradarai Sion Sono, film ini memadukan komedi dan laga, sekaligus menyelipkan satir tentang industri film—dari masa kejayaan hingga sisi gelapnya yang suram.

2. The Disaster Artist (2017)
The Disaster Artist merupakan film biopik komedi yang dibintangi sekaligus diarahkan oleh James Franco. Film ini tayang perdana di Toronto International Film Festival 2017 dan masuk nominasi Film Musikal atau Komedi Terbaik di Golden Globe Awards ke-75.
Kisahnya mengangkat cerita nyata di balik pembuatan The Room, film yang kerap dijuluki sebagai film terburuk sepanjang masa. Diadaptasi dari buku berjudul sama karya Tom Bissell, film ini mengeksplorasi sisi terang dan gelap industri film, termasuk tafsir tentang popularitas bintang yang bisa menjadi “pedang bermata dua”.

3. Censor (2021)
Berlatar 1980-an, Censor berfokus pada seorang petugas sensor film yang sehari-harinya menonton konten video sangat vulgar. Suatu ketika, ia menonton sebuah video horor dan menyadari aktor di dalamnya adalah saudaranya yang telah menghilang.
Melalui film ini, sutradara Prano Bailey-Bond berupaya menunjukkan realitas bahwa kejahatan fiktif dalam film dapat melahirkan serta meningkatkan kasus kejahatan di dunia nyata. Censor juga menampilkan era ketika seni dan kebebasan berpikir dikriminalisasikan di Inggris.

4. Nope (2022)
Nope berkisah tentang sepasang saudara yang mengelola peternakan kuda penyedia kuda terlatih untuk industri film dan televisi. Mereka berusaha mengumpulkan bukti atas keberadaan benda terbang tak dikenal yang mereka saksikan di Agua Dulce, California.
Film garapan Jordan Peele ini mengeksplorasi sisi gelap industri yang mengeksploitasi trauma seorang aktor sebagai nilai jual utama. Berdasarkan hal tersebut, Nope dinobatkan sebagai Film Sains Fiksi Terbaik dalam pagelaran Saturn Awards 2022.

5. X (2022)
Berlatar 1970-an, X mengikuti sekelompok kru film yang datang ke sebuah peternakan di Texas untuk syuting. Namun pemilik peternakan yang menyewakan rumah bagi mereka tidak mengetahui bahwa film yang akan diproduksi adalah film dewasa.
Disutradarai Ti West, film ini menyoroti obsesi, nafsu, penyesalan, dan tabu yang kerap menyertai sisi gelap industri film. West menggunakan konsep film dewasa untuk merepresentasikan eksploitasi sekaligus kengerian industri film dalam satu waktu.

Deretan film tersebut menunjukkan bahwa di balik proses kreatif, ada luka dan tekanan yang dapat dirasakan kreator maupun aktor. Melalui satir, biopik, hingga horor, masing-masing judul menawarkan cara berbeda untuk menatap sisi kelam dunia perfilman.