BERITA TERKINI
Lagu Banjar Legendaris Pucuk Kastela Diaransemen Ulang dengan Sentuhan Pop Rock

Lagu Banjar Legendaris Pucuk Kastela Diaransemen Ulang dengan Sentuhan Pop Rock

Lagu Banjar legendaris berjudul Pucuk Kastela kembali hadir dengan warna baru. Lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh Emelia Agus ini kini diaransemen ulang oleh Hendra Cipta sebagai bentuk eksplorasi musikal sekaligus upaya mengikuti perkembangan zaman, dengan memadukan unsur musik tradisi dan sentuhan pop rock.

Hendra Cipta mengatakan kedekatannya dengan lagu tersebut bermula ketika ia mengenal penciptanya, Ennos Karli. Pertemuan itu terjadi saat mereka membawakan lagu Pucuk Kastela bersama.

“Dari situ ada chemistry dengan beliau, dan akhirnya saya tertarik untuk menggarap ulang lagu ini,” ujar Hendra, Rabu, 22 April 2026.

Menurut Hendra, Pucuk Kastela telah beberapa kali mengalami pengembangan aransemen. Sekitar satu dekade lalu, lagu ini pernah dibawakan kembali oleh Suryani Alfarichi dengan sentuhan musik panting.

Pada periode tersebut, Hendra mulai bereksperimen menggunakan teknologi rekaman sederhana melalui Adobe Audition di komputer pribadi. Ia menilai hasil aransemen kala itu mendapat respons positif, terutama dari pecinta musik panting.

“Versi yang dibawakan Suryani dulu cukup diminati, terutama oleh penikmat musik panting,” katanya.

Dalam garapan terbarunya, Hendra mengombinasikan instrumen tradisional seperti panting dengan elemen pop rock untuk menghasilkan warna musik yang lebih dinamis. Proses produksi disebut memakan waktu sekitar satu bulan.

Hendra mengaku mengerjakan hampir seluruh instrumen secara mandiri, mulai dari babun, panting, gitar, hingga piano. Sementara untuk vokal, ia tetap mempercayakannya kepada Suryani Alfarichi.

“Alhamdulillah saya cukup puas dengan hasilnya. Lagu ini memang merakyat, mudah diingat, dan bisa dimainkan dalam berbagai genre,” ujarnya.

Selain Pucuk Kastela, Hendra juga tengah menggarap lagu lain berjudul 7 Purnama dengan konsep serupa, yakni kolaborasi antara musik tradisi dan modern. Ia berharap, aransemen terbaru ini dapat memperkenalkan kembali lagu Banjar kepada generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Inovasi yang dilakukan Hendra Cipta menunjukkan musik tradisi masih dapat terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi, seiring pemanfaatan kreativitas dan teknologi dalam produksi musik.