Kucing dikenal sebagai hewan peliharaan populer dengan tingkah yang kerap dianggap menggemaskan. Selain itu, kucing juga dipahami memiliki beragam emosi. Pertanyaannya, apakah kucing bisa “tersenyum” ketika merasa senang dan bahagia?
Dikutip dari USAToday, konsultan perilaku dan pelatihan kucing Marci Koski menyebut kucing bisa tersenyum, tetapi bukan dengan cara seperti manusia. Menurutnya, kucing tidak tersenyum menggunakan mulut.
Koski menjelaskan, “senyum” kucing lebih terlihat melalui mata. Kucing dapat menutup sebagian atau seluruh matanya saat menunjukkan ekspresi tersebut. Dalam beberapa situasi, pupil kucing juga dapat tampak membesar ketika mereka “tersenyum”.
Ia menambahkan bahwa manusia pada dasarnya lebih ekspresif melalui otot-otot wajah, sementara kucing tidak memiliki ekspresi wajah seperti itu. Koski mengaitkan hal ini dengan proses evolusi kucing yang berasal dari wilayah dengan sumber daya relatif terbatas, sehingga wilayah jelajahnya luas dan interaksi jarak dekat antarkucing tidak terlalu sering.
Di sisi lain, kucing menggunakan gerakan atau ekspresi tubuh yang lebih tegas untuk menunjukkan emosi, seperti mendesis, menggeram, menempatkan telinga ke belakang atau ke samping, membusungkan badan, atau menggerakkan ekor. Menurut Koski, “tersenyum” dengan mata merupakan ekspresi yang lebih halus, baik untuk manusia maupun kucing lain.
Ia memberi contoh anak kucing yang mendekati induknya untuk meringkuk dengan mata hampir tertutup. Koski menyebut kucing lain dapat menafsirkan sinyal mata tersebut sebagai indikator perasaan kucing.
Namun, Koski menekankan ada satu hal yang tidak dilakukan kucing: tersenyum dengan mulut terbuka lebar. Kucing cenderung memperlihatkan gigi saat merasa terancam, takut, atau ketika berusaha membela diri. Karena itu, ekspresi mulut yang menampakkan gigi sebaiknya tidak diartikan sebagai senyuman.
“Gigi susu mereka yang sangat kecil memang sangat menggemaskan, tapi jika Anda melihat gigi itu, itu bukan pertanda baik karena Anda akan melihat gigi taring yang besar juga,” kata Koski.
Selain “senyum” melalui mata, ada sejumlah tanda lain yang dapat mengindikasikan kucing merasa bahagia dengan lingkungannya, termasuk bersama pemiliknya. Dikutip dari Reader’s Digest, tanda-tanda itu meliputi menggesekkan badan ke pemilik, kaki seperti memijat atau meremas, berkedip perlahan ke arah pemilik, rutin merawat diri agar bulu tetap bersih dan sehat, makan dengan lahap, mendengkur saat berinteraksi dengan pemilik, menyapa pemilik dengan mengeong, ekor berbentuk tanda tanya, ingin berpelukan, sangat ingin bermain, serta terlihat baik-baik saja dengan kotak kotorannya.

