BERITA TERKINI
Kopi Embongan di Kota Batu Jadi Ruang Inklusi bagi Musisi Disabilitas

Kopi Embongan di Kota Batu Jadi Ruang Inklusi bagi Musisi Disabilitas

BATU—Sebuah warung kopi di Jalan Raya Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menarik perhatian karena menghadirkan ruang berekspresi bagi musisi penyandang disabilitas. Kopi Embongan, yang dikenal sebagai tempat kuliner sederhana, menyediakan panggung inklusi melalui aktivitas bermusik yang terbuka bagi pengunjung.

Konsep tersebut mendapat apresiasi dari Camat Bumiaji Thomas Maido. Saat berkunjung pada Selasa (21/4), ia menyatakan dukungannya terhadap Kopi Embongan sebagai wadah penyaluran bakat dan minat seni, khususnya bagi musisi disabilitas di Kota Batu.

Selain menyajikan kopi, soto, dan gorengan dengan harga terjangkau, Kopi Embongan juga dilengkapi perangkat alat musik band. Fasilitas itu memungkinkan pengunjung berdiskusi, bernyanyi bersama, hingga berkolaborasi langsung dengan para musisi penyandang disabilitas.

“Saya sangat mengapresiasi ini sebagai wadah kreasi para musisi disabilitas di Kota Batu. Di sini, pengunjung bisa berdiskusi, bernyanyi bersama, bahkan berkolaborasi langsung dengan saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” kata Thomas Maido.

Dalam kunjungan tersebut, Thomas yang dikenal menyukai musik lintasgenre juga sempat bermain musik dan bernyanyi bersama para musisi di lokasi. Ia berharap keberadaan Kopi Embongan dapat memicu kolaborasi yang lebih luas antara musisi umum dan musisi disabilitas untuk memperkuat ekosistem seni di Kota Batu.

Kopi Embongan dikelola Gatot Supriyanto, yang akrab disapa Bemmo. Ia merupakan musisi penyandang disabilitas sekaligus anggota komunitas Shining Disabilitas (Shindi) Kota Batu. Bemmo menyampaikan rasa syukur atas dukungan Camat Bumiaji serta fasilitas lahan dari Perhutani yang memungkinkan tempat tersebut dirawat untuk berjualan sekaligus bermusik.

“Alhamdulillah, berkat bantuan Pak Thomas dan fasilitas dari Perhutani, tempat ini bisa saya rawat untuk berjualan sekaligus bermusik. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan,” ujarnya.

Semangat inklusi di Kopi Embongan juga menarik perhatian komunitas musik underground. Kurowo, vokalis sekaligus gitaris band punk rock asal Batu, Brain Wash, hadir memberikan dukungan. Ia menyebut selama ini turut menyisihkan hasil penjualan merchandise bandnya untuk membantu rekan-rekan disabilitas.

“Mereka tidak butuh dikasihani, tapi butuh didukung. Tanpa ada rasa iri atau dengki, mereka menunjukkan kerukunan yang luar biasa. Semoga langkah kecil yang kami lakukan bisa diikuti masyarakat luas,” kata Kurowo.

Keunikan Kopi Embongan juga mulai dirasakan wisatawan. Laksamana, pengusaha asal Gondanglegi, Kabupaten Malang, mengaku terhibur dengan suasana yang ditawarkan, termasuk pengalaman bernyanyi bersama iringan musik langsung.

“Tempatnya bagus, makanan enak dan murah. Tadi istri saya bahkan sempat ikut menyanyi diiringi live music. Ini pengalaman unik, saya pasti akan kembali lagi ke sini,” ujarnya.