Jakarta — Minat masyarakat Indonesia terhadap konten serial di platform over the top (OTT) disebut masih tinggi. Kecenderungan itu, menurut pelaku industri, turut ditopang oleh kuatnya daya tarik cerita-cerita lokal yang dekat dengan keseharian penonton.
Managing Director Vidio Monika Rudijono mengatakan konten lokal menjadi salah satu tayangan yang paling dicari di layanan mereka. Ia menyebut Emtek melihat peluang untuk menghadirkan konten yang khas melalui produksi original Vidio dengan muatan lokal.
“Emtek sadar kalau kami bisa membuat konten yang hanya bisa kami kasih dan akhirnya kami mulai produksi konten original di Vidio dengan konten lokal. Inilah yang jadi kekuatan kami dan memungkinkan kami bertumbuh,” kata Monika dalam pertemuan Asian Academy of Creative Arts di Jakarta, Rabu.
Monika menambahkan, ketertarikan terhadap konten lokal sebenarnya sudah terlihat sejak era sinetron di televisi. Pola tersebut kemudian mendorong Vidio meningkatkan produksi konten orisinal, dengan catatan pada 2022 pihaknya memproduksi 37 konten original.
Pandangan serupa disampaikan perwakilan platform OTT lainnya, Viu. Head of Content Viu Essa Toha menilai keragaman budaya Indonesia membuat konten lokal tetap menjadi kekuatan di tengah masyarakat.
“Indonesia adalah negara yang unik, kita punya budaya yang banyak maka dari itu konten lokal masih jadi kekuatan. Dan konten-konten original lokal ini yang kita ciptakan karena semua ini pada akhirnya kembali ke audiens,” ujar Essa dalam acara yang sama.
Ke depan, Essa mengatakan Viu berencana memanfaatkan kekayaan budaya Indonesia sebagai inspirasi dengan mengeksplorasi berbagai sudut pandang, namun tetap menghadirkan kearifan lokal dalam karya. Ia berharap konten tersebut tidak hanya dinikmati penonton di Indonesia, tetapi juga menjangkau 16 negara lain yang menjadi wilayah layanan Viu.
“Kami sangat ingin mencari genre baru dan memperbanyak stories konten kami dari kultur tersebut, sembari itu kami memberikan edukasi konten yang baik pada audiens kami,” kata Essa.

