Seorang juru masak asal Arab Saudi yang dikenal pernah memasak untuk sejumlah raja tengah menyiapkan peluncuran buku masak terbarunya. Tawfiq Qadri, 58 tahun, disebut sedang merampungkan buku ketiganya berjudul On the Table of the Caliph, yang ditujukan untuk membagikan keterampilan kuliner dan resep yang ia kembangkan sepanjang kariernya.
Qadri menceritakan ketertarikannya pada dunia memasak berawal sejak usia tujuh tahun. Ia mengaku sering membantu ibunya di dapur rumah keluarga mereka di Madinah, mulai dari memotong sayuran hingga membersihkan beras. Dari 16 bersaudara, ia menyebut dirinya satu-satunya yang rutin membantu pekerjaan dapur.
Ketika remaja, Qadri bergabung dengan kegiatan pramuka dan menjadi orang yang memasak untuk teman-temannya. Ia dikenal karena masakan Hijazi yang populer, meski saat itu ia mengaku masih minim pengalaman.
Perjalanan pendidikan dan karier
Setelah lulus sekolah menengah di Madinah, Qadri sempat bekerja di Bank Sentral Saudi. Namun, ia merasa pekerjaan kantor membatasi kreativitasnya dan tidak sejalan dengan minatnya pada kuliner. Pada usia 19 tahun, enam bulan setelah bekerja, ia memutuskan keluar dari pekerjaannya tanpa memberi tahu keluarga dan tinggal sementara di hotel milik pamannya.
Dengan dukungan kerabat dan restu orang tua, Qadri kemudian mendaftar program sarjana di sebuah institut Italia di Sisilia. Ia menghabiskan sekitar dua setengah tahun di sana dan menjadi satu-satunya siswa Arab di program tersebut.
Sepulang ke Arab Saudi pada 1981, Qadri bergabung dengan Royal Saudi Navy yang berbasis di Riyadh. Di institusi itu ia menjabat kepala koki sekaligus pengawas klub perwira angkatan laut. Ia juga kerap terbang ke Toulon, Prancis, untuk bergabung dengan kapal yang berlayar rutin ke Arab Saudi dan bekerja sebagai koki di atas kapal.
Setelah empat tahun, ia berpindah ke manajemen pasokan militer, hingga memimpin operasi dan mengatur anggaran untuk seluruh kerajaan. Saat krisis Teluk pada 1990, Qadri ditugaskan ke Kementerian Pertahanan dan menjadi koki Pasukan Sekutu, serta meraih pangkat sersan kepala.
Dari maskapai hingga dapur istana
Selepas pensiun dini dari angkatan laut, Qadri menghabiskan enam tahun di divisi katering maskapai Saudia. Di sana ia mengembangkan beragam hidangan, sebelum kemudian menjadi penasihat hotel internasional dalam urusan penyediaan makanan dan menjadi juri berbagai kompetisi kuliner di dunia Arab.
Ketika bekerja di Saudia, Qadri sempat disorot dalam artikel surat kabar Saudi berjudul “Penumpang Mencintainya Sebelum Melihatnya.” Setelah itu, ia mendapat tanggung jawab menyiapkan hidangan Hijazi di istana mendiang Raja Fahd, lalu bekerja untuk mendiang Raja Abdullah, dan kini Raja Salman. Ia juga disebut menyiapkan dapur saat kunjungan mantan Presiden AS Barack Obama.
Rekam jejak dan karya
Qadri juga menempuh pendidikan lanjutan di Amerika Serikat hingga meraih gelar master dan Ph.D. melalui tesis tentang pengelolaan dapur dan fasilitas wisata. Selain mengembangkan resep Arab untuk produk susu Saudi, ia disebut telah memasak lebih dari 3.000 jenis makanan panas, makanan dingin, dan kue kering, serta menciptakan 42 resep baru.
Sebelumnya, Qadri telah menulis dua buku, yakni Saudi and the Star of the Table dan Guide of the Quick Cooking. Buku ketiganya, On the Table of the Caliph, disebut akan segera selesai.
- Nama: Tawfiq Qadri
- Usia: 58 tahun
- Buku terbaru: On the Table of the Caliph (buku masak ketiga)

