BERITA TERKINI
Klenengan, Dumik, dan Tong-Tong: Tiga Musik Tradisional Sumenep yang Terus Dilestarikan

Klenengan, Dumik, dan Tong-Tong: Tiga Musik Tradisional Sumenep yang Terus Dilestarikan

Kabupaten Sumenep, Madura, dikenal memiliki kekayaan seni budaya, termasuk musik tradisional yang masih bertahan di tengah arus modernisasi. Sejumlah kesenian khas daerah ini terus dilestarikan, di antaranya Klenengan, Dumik, dan Tong-Tong.

Upaya menjaga keberlangsungan musik tradisional tersebut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat dan para pelaku seni, tetapi juga mendapat dukungan pemerintah daerah. Pelestarian dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pengenalan kepada pelajar hingga pemanfaatan kesenian dalam kegiatan adat dan penyambutan tamu.

Salah satu kesenian yang terus dijaga eksistensinya adalah Klenengan. Musik ini merupakan perpaduan alat musik tradisional yang lazim digunakan untuk mengiringi sinden. Pemerintah Kabupaten Sumenep memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus menampilkan Klenengan, salah satunya melalui pentas rutin bagi siswa sekolah dasar di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Program tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga sarana edukasi budaya. Dengan tampil secara langsung, para siswa diharapkan dapat mengembangkan bakat sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tradisional. Keberadaan panggung terbuka itu juga menjadi hiburan bagi masyarakat yang berkunjung, dengan pertunjukan lain seperti topeng dalang turut ditampilkan.

Selain Klenengan, Sumenep juga memiliki musik tradisional Dumik atau Kendang Kentil yang berkembang di wilayah kepulauan, khususnya Sapeken. Kesenian ini dikenal memiliki nuansa spiritual yang kuat. Dumik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga diyakini masyarakat memiliki kekuatan untuk menolak bala serta membawa keberkahan dalam berbagai acara. Pada masa lampau, musik ini disebut digunakan untuk menyambut raja-raja.

Di sisi lain, musik Tong-Tong juga disebut terus berkembang secara kreatif hingga tingkat nasional. Meski demikian, para seniman masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait pembiayaan dalam menjaga keberlanjutan kegiatan dan pengembangan kesenian.

Melalui dukungan pemerintah, keterlibatan masyarakat, serta konsistensi para pelaku seni, tiga warisan musik tradisional Sumenep tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya daerah.